Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Mengenal Pulau Bawean di Gresik, Surga Hasil Laut dengan Paes-Paes Rencek Tongkol yang Menggugah Selera

Novia Andriyani • Kamis, 18 April 2024 | 20:35 WIB
Paes Paes Rencek Ikan Tongkol Khas Pulau Bawean yang mengguggah selera.
Paes Paes Rencek Ikan Tongkol Khas Pulau Bawean yang mengguggah selera.

RADAR GRESIK - Bawean adalah pulau kecil nan memukau yang masuk dalam Kabupaten Gresik dan berada di sebelah di utara Jawa Timur, tak hanya mempesona dengan keindahan alamnya yang luar biasa, tapi juga terkenal dengan kekayaan hasil lautnya yang melimpah.

Bagi para pecinta kuliner, Pulau Bawean bagaikan surga tersembunyi yang menjanjikan petualangan rasa yang tak terlupakan.

Salah satu hidangan khas Pulau Bawean yang wajib dicoba adalah paes-paes rencek. Makanan yang  berbahan dasar ikan tongkol kecil ini merupakan favorit para nelayan dan penduduk lokal yang kerap dibawa sebagai bekal melaut atau hidangan makan siang bersama keluarga.

Rasanya yang gurih dan lezat, dibalut bumbu merah yang khas dan dibungkus daun pisang, menjadikan paes-paes rencek begitu istimewa.

Baca Juga: Terikan Ayam Tempe: Kuliner Khas Gresik dengan Cita Rasa Asam Pedas yang Unik

Bagi masyarakat daratan (Red-Gresik), paes-paes rencek mungkin dikenal dengan sebutan pepes ikan, karena dihidangkan dengan balutan bumbu merah dan dibungkus daun pisang, Sehingga Tampak mirip.

Namun, paes-paes rencek memiliki ciri khasnya sendiri yaitu Bumbu yang digunakan lebih kaya rempah dan proses memasaknya pun sedikit berbeda.

Hasilnya, paes-paes rencek memiliki rasa yang lebih pedas dan kaya rasa, mencerminkan kekayaan kuliner bahari Bawean yang unik.

Mencicipi paes-paes rencek tak hanya memanjakan lidah, tapi juga membawa kita menyelami budaya dan tradisi pulau Bawean yang kaya. Hidangan ini merupakan simbol kedekatan masyarakat Bawean dengan laut, dan menjadi pengingat kekayaan alam pulau yang patut disyukuri.

Baca Juga: 10 Top Wisata di Kabupaten Gresik, Khofifah Rekomendasikan Tiga Wisata Terbaik di Antaranya di Pulau Bawean

Rahmawati, pemilik salah satu depot makanan di Pulau Bawean mengungkapkan bahwa paes-paes rencek berbeda dengan pepes ikan dikarenakan ikan yang digunakan untuk paes paes rencek adalah ikan yang kecil- kecil dan dijadikan satu sehingga disebutlah dengan nama rencek (dalam bahasa Bawean).

"Kalau di Jawa kan namanya pepes tongkol besar atau gurami pesmol seperti menu khas masyarakat Sunda," ungkap Rahmawati.

Ditambahkannya, ikan yang digunakan untuk paes-paes juga asli hasil tangkapan nelayan Bawean. Ikan tongkol dengan bentuk yang kecil mirip ikan wader atau ikan besar yang dipotong kecil-kecil ini langsung diolah saat ikan baru turun dari perahu nelayan.

"Rasanya berbeda karena ikan yang diolah masih dalam kondisi segar," jelas Rahmawati.

Tak ada yang lebih nikmat daripada menyantap hidangan pedas dan kaya rasa. Salah satu pilihan yang tepat adalah paes-paes rencek, kuliner khas Bawean yang terbuat dari ikan tongkol kecil dan bumbu pedas yang menggoda.

"Untuk makan siang itu enak, karena cuaca yang kering atau panas bisa menikmati paes-paes yang bumbunya didominasi rasa pedas," tutur perempuan asal Kecamatan Sangkapura ini.

Bumbu paes-paes rencek ini terdiri dari cabai, bawang merah dan putih, kemiri, dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut diulek halus dan dibalurkan pada ikan tongkol kecil sebelum dikukus.

Tekstur bumbunya yang tidak terlalu basah dan masih kasar menambah sensasi pedas dan gurih pada hidangan ini. Potongan cabai dan bawang yang masih terlihat menambah daya tarik visual dan mengundang selera makan.

Baca Juga: Puaskan Pecinta Kuliner Bandeng, Pak Elan 2 Gresik Tampil Lebih Modern dengan Sajian Istimewa

"Saat masih hangat,  bau dari cabai akan semakin terasa," ungkap perempuan yang saat ini berdomisili di Jalan Panglima Sudirman, Gresik ini.

Datanglah ke Bawean, nikmati keindahan alamnya yang memesona, dan jangan lupa cicipi paes-paes rencek yang istimewa ini. Dijamin, Anda akan jatuh cinta pada kelezatannya dan mendapatkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan!

Dikatakannya, waktu mengukus tergantung dari berat ikan yang dijadikan paes-paes. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mendapat daging ikan yang empuk dan bumbu meresap.

"Rasanya akan menjadi lebih empuk," tuturnya.

Wardita Saira, salah satu penikmat paes-paes Bawean, mengungkapkan kekhasan hidangan ini.

"Paes-paes di Pulau Bawean memiliki bahan dasar ikan yang berbeda rasanya. Entah apa yang membuat kesegarannya terjaga, tetapi dagingnya tidak terlalu amis dan bumbunya lebih tajam rasa dan baunya," jelas perempuan asal Kecamatan Tambak, Bawean.

Ia menambahkan, jika dibungkus dengan daun pisang membuat paes-paes menjadi semakin lezat. Selain bau khas daunnya, ikan rencek yang kecil dan potongannya yang varian bisa membuatnya lebih enak dari brengkes (Pepes).

"Warnanya bisa lebih merah tegas dibanding dengan brengkes yang warnanya didominasi kuning atau orange, imbuh Wardita. (Dhe/ Han)

Editor : Hany Akasah
#Pedas #kuliner #Tradisi #paes #Rencek #BAWEAN #tongkol