RADAR GRESIK - Terpercaya, Inovatif dan Kolaboratif. Tiga kata tersebut bukan sekadar slogan, melainkan identitas yang terus dijaga Radar Gresik sejak pertama kali terbit pada 1 Maret tahun 2012.
Memasuki usia ke-14 tahun, Radar Gresik telah menempuh perjalanan panjang sebagai media lokal yang tumbuh bersama masyarakat dan menjadi salah satu rujukan utama informasi di Kabupaten Gresik.
Kepala Biro Radar Gresik, Umi Hani, menegaskan konsistensi menjadi fondasi utama perjalanan media ini. Kepercayaan publik dibangun melalui kerja jurnalistik yang faktual, berimbang, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Selama lebih dari satu dekade, Radar Gresik tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak ruang publik. Dalam perspektif Agenda Setting (McCombs & Shaw), media memiliki peran menentukan isu yang dianggap penting oleh masyarakat.
Peran tersebut dijalankan Radar Gresik dengan mengangkat persoalan lokal strategis—mulai pelayanan publik, pendidikan, ekonomi daerah, kebudayaan hingga dinamika sosial masyarakat Gresik.
Disrupsi digital telah mengubah wajah industri media secara fundamental. Pola konsumsi informasi masyarakat kini bergerak cepat menuju platform digital yang instan dan interaktif. Media cetak tidak lagi cukup hanya menyajikan berita, tetapi dituntut menjadi lebih kreatif, inovatif, dan dekat dengan komunitas pembacanya.
Radar Gresik menjawab tantangan tersebut melalui transformasi multi-platform, memperkuat portal RadarGresik.id serta aktif di berbagai kanal digital seperti YouTube, Instagram, Facebook, hingga TikTok.
Transformasi Radar Gresik tidak berhenti pada ruang redaksi. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep kolaborasi media dengan masyarakat menjadi identitas baru yang memperkuat kedekatan dengan publik.
Berbagai kegiatan publik lahir sebagai bentuk perluasan fungsi media, di antaranya Festival Ramadan Radar Gresik, yang kini berkembang menjadi salah satu ikon kegiatan tahunan masyarakat Gresik.
Mlaku Sarungan Bareng, yang menghidupkan tradisi religius sekaligus kebersamaan warga, Program edukatif Sinau Bareng Bersama Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Beragam lomba kreatif, budaya, hingga kompetisi pelajar yang memberi ruang ekspresi generasi muda. Hingga penerbitan edisi khusus dan tematik sebagai dokumentasi perjalanan sosial Kabupaten Gresik.
Melalui berbagai event tersebut, Radar Gresik tidak hanya memberitakan peristiwa, tetapi turut menciptakan peristiwa sosial yang mempertemukan masyarakat, pemerintah, komunitas, dan dunia usaha dalam satu ruang kolaboratif.
“Media lokal, dalam konteks ini, menjadi community hub—penghubung gagasan, aspirasi, dan partisipasi publik,” katanya.
Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, Radar Gresik tetap menjalankan perannya sebagai gatekeeper informasi, menjaga akurasi, verifikasi fakta, dan kualitas jurnalisme.
Keberadaan media kredibel juga menjadi ruang penyeimbang opini publik, sebagaimana dijelaskan dalam teori Spiral of Silence, di mana media arus utama memberi ruang bagi suara masyarakat yang sering tenggelam dalam polarisasi media sosial.
Memasuki usia ke-14 tahun, Radar Gresik tidak sekadar merayakan perjalanan panjang, tetapi menegaskan arah masa depan media yang kolaboratif, inovatif, dan tetap dipercaya.
“Kolaborasi dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga masyarakat akan terus diperkuat agar media lokal tetap relevan di tengah perubahan zaman,” katanya. (*)
Editor : Hany Akasah