Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Lautan Manusia di Tanah Suci, Kisah Dokter Nila dan Pelayanan Tanpa Batas PPIH Gresik di Musim Haji Terpadat 2025

Hany Akasah • Selasa, 24 Juni 2025 | 14:02 WIB
PENUH PERJUANGAN: dr Nila Hapsari Rachmat Ilahi saat mendampingi jemaah meski bukan dari kolter binaannya.
PENUH PERJUANGAN: dr Nila Hapsari Rachmat Ilahi saat mendampingi jemaah meski bukan dari kolter binaannya.

 

RADAR GRESIK - Musim haji 2025 akan selalu terukir sebagai salah satu penyelenggaraan ibadah haji terpadat dalam sejarah. Jutaan jemaah membanjiri Tanah Suci, menciptakan lautan manusia yang penuh tantangan logistik dan kemanusiaan. Namun, di balik hiruk-pikuk tersebut, terselip kisah-kisah inspiratif tentang dedikasi tanpa batas dari para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) asal Gresik.

 

Di antara ribuan petugas yang berjuang, ada dr Nila Hapsari Rachmat Ilahi, seorang dokter kesehatan haji asal Gresik. Raut lelah tak mampu menyembunyikan senyum tulusnya saat menceritakan pengalaman melayani jemaah di tengah padatnya Makkah dan Madinah. Mata dr. Nila berbinar saat ia mengungkapkan beberapa kata.

"Kami sangat merasakan Kemenag luar biasa. Kami sebagai petugas kesehatan ditanamkan nilai-nilai pelayanan tanpa pilih kasih," tegas Nila.

Baginya, setiap jemaah adalah prioritas. "Semua jemaah dilayani dengan sepenuh hati. Bahkan ketika ada jemaah yang terlambat atau kurang disiplin, petugas tetap sabar menunggu, tidak ada penelantaran," tuturnya.

Nila bahkan tak hanya melayani kloter binaannya. "Pasien saya bahkan bukan saja kloter binaan, siapapun jemaah dari luar kloter dilayani dengan baik. Artinya kami PPIH Kemenag benar-benar memberikan pelayanan terbaik," tegasnya.

Filosofi pelayanan inilah yang menjadi kunci Nila menyaksikan sendiri bagaimana koordinasi cepat dan tanggap antara petugas kesehatan, petugas haji, dan tim PPIH lainnya menjadi pondasi. Dalam setiap langkah, keselamatan dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama, tanpa memandang latar belakang atau kondisi. Sinergi ini, menurut dr Nila, memungkinkan mereka mengatasi setiap rintangan, mulai dari penanganan jemaah sakit hingga membantu mereka yang tersesat di tengah kerumunan.

"Setiap jemaah haji punya cobaan sendiri. Di Mekkah kita dituntut disiplin dan mengikuti arahan dengan baik, karena kondisi aturan, lingkungan dan cuaca berbeda. Kuncinya banyak-banyak alhamdulillah atau bersyukur karena jemaah sudah bisa berangkat tahun ini di tengah banyak yang antre dan menunggu giliran," jelas dr. Nila, penuh rasa syukur. "Tapi secara keseluruhan kami mengapresiasi dan mengucapkan syukur perjuangan Kemenag dan PPIH,” tegasnya.

Nila memahami betul bahwa tantangan haji tahun ini tidak hanya soal angka. Cuaca ekstrem, dinamika di pemondokan yang beragam, hingga keterbatasan transportasi menjadi ujian berat. Namun, yang membuatnya terkesan adalah bagaimana para petugas menghadapi seluruh tantangan tersebut dengan pendekatan yang profesional sekaligus humanis.

“Kisah-kisah personal, seperti petugas yang membantu mendorong kursi roda jemaah lansia di tengah teriknya matahari, atau yang menawarkan air minum saat melihat jemaah kelelahan, menjadi bukti nyata sentuhan kemanusiaan yang mendalam,” jelasnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#kesehatan #jemaah #haji 2025 #ppih #nila #tanah suci #Terpadat #tantangan #kloter