RADAR GRESIK – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, puluhan jamaah Khotmil Qur'an Bil Ghaib An-Nuriyah menggelar pengajian rutin Sabtu Pon di Langgar Serang, Jalan Samanhudi No. 11, Bedilan, Kecamatan Gresik, Sabtu (31/1). Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi warga untuk mempertebal ketakwaan di bulan Sya'ban 2026.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan prosesi Khotmil Qur'an Bil Ghaib (hafalan Al-Qur'an). Usai salat Zuhur berjamaah, acara dilanjutkan dengan tausiyah agama dan ditutup dengan doa Khotmil Qur'an yang dipanjatkan secara khusyuk oleh para jamaah.
Pimpinan jamaah An-Nuriyah, Muhammad Mustaqim atau yang akrab disapa Gus Takim, dalam ceramahnya mengangkat tema tentang pentingnya menjaga kesucian lisan dan hati. Menurutnya, dua hal ini adalah cermin utama keimanan seorang hamba.
"Iman seseorang tidak akan istiqamah sebelum hatinya istiqamah, dan hati tidak akan istiqamah sebelum lisannya terjaga. Lisan yang terhindar dari ghibah dan fitnah adalah buah dari hati yang bersih," tegas Gus Takim yang juga merupakan cicit dari ulama sepuh Gresik, almarhum KH Muchtar Djamil.
Gus Takim mengingatkan bahwa bulan Sya'ban adalah momentum emas untuk melakukan persiapan fisik dan batin agar umat Islam tidak "kaget" saat memasuki bulan Ramadan.
Ia menekankan tiga poin utama dalam persiapan ini mulai dari pembersihan hati dengan menghilangkan penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong agar ibadah puasa terasa ringan.
Selain itu juga peningkatan amaliyah memperbanyak puasa sunnah, zikir, dan tilawah Al-Qur'an sejak dini, dan evaluasi menjadikan Sya'ban sebagai waktu memperbanyak istighfar atas kekhilafan masa lalu.
"Tujuannya adalah agar kita memasuki bulan Ramadan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi dengan kualitas ketakwaan yang sudah meningkat signifikan," tambahnya.
Acara yang berlangsung khusyuk ini diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan di bulan Sya'ban serta harapan agar seluruh jamaah dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan dalam keadaan sehat walafiat. (yud/han)
Editor : Hany Akasah