RADAR GRESIK - Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas penukaran uang baru semakin meningkat di berbagai daerah, termasuk di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik.
Sejumlah pedagang musiman menawarkan berbagai pecahan uang baru kepada masyarakat yang ingin membagikan "angpao" atau Tunjangan Hari Raya (THR) dalam bentuk uang segar kepada keluarga dan kerabat.
Setiap tahun, menjelang Lebaran, permintaan akan uang pecahan baru meningkat signifikan. Masyarakat cenderung memberikan uang baru saat Lebaran sebagai bentuk apresiasi dan kebahagiaan kepada sanak saudara, terutama anak-anak.
Hal ini mendorong munculnya pedagang uang baru di berbagai lokasi strategis, salah satunya di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Mereka menawarkan pecahan mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000 yang telah dikemas rapi, siap untuk ditukarkan.
Dalam proses penukaran uang baru melalui pedagang di pinggir jalan, terdapat biaya jasa yang dikenakan kepada penukar.
"Besaran biaya ini bervariasi, umumnya berkisar antara 2% hingga 15% dari jumlah uang yang ditukarkan,". Ujar salah satu pedagang uang baru yang tidak mau disebutkan namanya.
Sebagai ilustrasi, jika seseorang menukar uang senilai Rp1.000.000 dengan biaya jasa 10%, maka ia perlu membayar Rp1.100.000 kepada penyedia jasa untuk mendapatkan uang baru senilai Rp1.000.000. Perlu dicatat bahwa semakin kecil pecahan uang yang diinginkan, biasanya biaya jasa yang dikenakan semakin tinggi.
Banyak warga memilih menukarkan uang baru melalui pedagang di pinggir jalan karena dianggap lebih praktis dan cepat dibandingkan dengan penukaran di bank yang sering kali memerlukan antrean panjang dan prosedur tertentu.
Seorang warga yang tengah menukarkan uang di lokasi tersebut mengungkapkan, "Di sini lebih cepat dan tidak perlu antre lama seperti di bank. Selain itu, pecahan yang saya butuhkan tersedia lengkap." Ucap Lia
Meskipun penukaran melalui pedagang pinggir jalan marak, Bank Indonesia (BI) sebenarnya telah menyediakan layanan resmi untuk penukaran uang baru melalui perbankan dan kas keliling.
Layanan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan uang layak edar dan mencegah peredaran uang palsu. BI juga telah membuka layanan penukaran uang baru melalui platform PINTAR BI yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh uang baru tanpa harus antre panjang di kantor-kantor BI atau bank.
Aktivitas penjualan uang baru di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik, mencerminkan tingginya permintaan masyarakat akan uang pecahan baru menjelang Hari Raya Idulfitri.
Meskipun layanan resmi telah disediakan, keberadaan pedagang uang baru di pinggir jalan tetap diminati oleh masyarakat karena kemudahan dan kecepatan layanan yang ditawarkan. Masyarakat diharapkan dapat bijak dalam memilih tempat penukaran uang, dengan mempertimbangkan aspek keamanan, keaslian uang yang diterima, serta biaya jasa yang dikenakan. (fah/han)
Editor : Hany Akasah