Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tembang Dolanan Sunan Giri Gresik, Memahami Makna di Balik Melodi

H
Penulis: Hany Akasah❯
MAKNA FILOSOFIS : Lebih dari sekadar hiburan, tembang dolanan Sunan Giri mengandung makna filosofis dan nilai-nilai luhur. Setiap bait lagu memiliki pesan moral yang ingin disampaikan.
MAKNA FILOSOFIS : Lebih dari sekadar hiburan, tembang dolanan Sunan Giri mengandung makna filosofis dan nilai-nilai luhur. Setiap bait lagu memiliki pesan moral yang ingin disampaikan.

RADAR GRESIK - Tembang dolanan atau lagu dolanan merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Jawa. Di kota Gresik inilah terdapat banyak tembang dolanan yang sarat makna dan nilai luhur, warisan Sunan Giri, salah satu wali songo.


Advertisement

Sunan Giri, pendiri Kesultanan Giri Kedaton Gresik, dikenal sebagai penyebar agama Islam yang bijak dan mumpuni.

Salah satu warisan Sunan Giri  dalam menyebarkan Agama Islam adalah melalui seni budaya, termasuk tembang dolanan atau lagu dolanan yang bukan hanya sekadar permainan anak-anak biasa, tetapi di balik melodinya yang ceria, Sunan Girimenyelipkan pesan-pesan agama islam yang mendalam.

Tembang-tembang ini diciptakan dengan melodi yang menarik dan mudah diingat, sehingga mudah diterima oleh masyarakat Gresik sehingga tembang dolanan ini menjadi media dakwah yang efektif, menjangkau mulai dari anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. 

Advertisement

Salah satu contohnya adalah tembang Padang-padang bulan Lagu ini mengajak anak-anak untuk bermain di bawah sinar bulan, melambangkan keindahan dan keagungan ciptaan Allah SWT. Liriknya yang sederhana dan mudah diingat membuat anak-anak terbiasa dengan nilai-nilai agama islam sejak dini.

Selain Tembang "Padang-padang bulan" adapula Tembang dolanan ciptaan Sunan Giri lainnya, seperti "Cublak-cublak suweng" dan "Lir-ilir" yang juga mengandung makna yang mendalam.

Lirik tembang "Lir-ilir" Bunyinya seperti ini :

Advertisement

Lir ilir lir ilir

tandure wong sumilir

tak ijo royo royo

Tak sengguh panganten anyar

Cah angon, cah angon

penekna blimbing kuwi

Lunyu lunyu penekna

kanggo mbasuh dodotira

Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir

Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore

Mumpung padang rembulane

mumpung jembar kalangane

Sun suraka surak hiyo

Adapun maksudnya adalah seperti sang bayi yang baru lahir ke dunia, masih suci bersih, murni, sehingga ibarat seperti penganten baru. "bocah angon" (pengembala) itu diumpamakan santri, mualim yang artinya orang yang menjalankan syariat agama. Sedangkan "blimbing" yang terdiri dari lima ruas dimaksudkan dengan menjalankan sembahyang lima waktu. dan "lunyu-lunyu" (licin) tolong panjatkan juga, kendatipun sembahyang itu susah, namun kerjakanlah, buat membasuh "dodotira-dodotira, kumitir bedah ing pinggir" maksudnya guna membasuh hati dan jiwa kita yang kotor ini.

sedangkan Dondomono, jrumatana, kanggo seba mengko sore, maksudnya adalah  bahwa orang hidup di dalam dunia ini senantiasa condong ke arah berbuat dosa segan mengerjakan yang baik dan benar serta utama, sehingga dengan menjalankan sholat itu diharapkan besok kelak kemudian dapat menjadi bekal kita dalam menghadap kehadirat Allah SWT yang maha kuasa, dan bekal itu adalah beramal saleh.

adapun tembang "Cublak-cublak suweng" juga menceritakan tentang pentingnya gotong royong dan rasa syukur, sedangkan "Lir-ilir" mengingatkan tentang pentingnya menjaga alam dan berserah diri kepada Allah SWT.

Meskipun anak-anak pada masa itu mungkin belum sepenuhnya memahami makna tersirat di balik tembang dolanan, mereka tetap menyanyikannya dengan riang gembira. Hal ini menunjukkan bahwa Sunan Giri berhasil dalam menyampaikan dakwahnya dengan cara yang tepat dan sesuai dengan usia anak-anak.

Khusnul Falach, Lurah Giri mengungkapkan bahwa dahulu pada tahun 1970-an, anak-anak  sering menyanyikan tembang dolanan secara bersama-sama dengan suara keras. Meski kurang begitu mengerti maknanya tetapi mereka dengan riang gembira menyanyikan lagu-lagu yang memiliki makna agama tersebut.

"Banyak sekali tembang dolanan bocah yang diciptakan oleh kanjeng Sunan Giri antara lain, Padang-padang bulan, ayo gage da dolanan, dolanane naning latar, ngalap padang gilar-gilar, nundang bagog hangatikar yang dalam bahasa indonesianya bermakna bahwa agama Islam (bulan) telah datang memberi penerangan hidup, maka marilah segera orang menuntut penghidupan (dolanan, bermain) di bumi ini (latar, halaman) akan mengambil manfaat ilmu agama Islam (padang, gilar-gilar, terang benderang) itu, agar sesat kebodohan diri (begog, gelap) segera terusir." Ucap Lurah Desa Giri ini.

 

Itulah beberapa tembang lagu dolanan yang diciptakan Sunan Giri yang merupakan salah satu media dakwah yang cerdas dan efektif.

Melalui lagu-lagu yang mudah diingat dan dinyanyikan, Sunan Giri berhasil menanamkan nilai-nilai Islam dan ajaran moral kepada masyarakat.

Dengan upaya-upaya tersebut, tembang dolanan Sunan Giri akan terus hidup dan lestari, dan menjadi pengingat akan kebijaksanaan dan keteladanan Sunan Giri dalam menyebarkan ajaran agama islam. (Sha/Han)

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Kenal Islam Sejak di China, Pekerja Asal Tiongkok Mantap Bersyahadat di MUI Gresik

Kenal Islam Sejak di China, Pekerja Asal Tiongkok Mantap Bersyahadat di MUI Gresik

RADAR GRESIK — Hidayah Islam akhirnya membawa Li Qun (31), seorang pria asal Li Xian Zhao, China, untuk memantapkan hati memeluk agama Islam. Keputusan besar tersebut diwujudkan secara khidmat dengan mengucapkan ikrar du

Terpikat Keramahan Muslim Indonesia, Pemuda Asal China Resmi Peluk Islam di MUI Gresik

Terpikat Keramahan Muslim Indonesia, Pemuda Asal China Resmi Peluk Islam di MUI Gresik

RADAR GRESIK – Suasana khidmat menyelimuti Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik pada Selasa siang. Seorang warga negara asing asal China yang sehari-hari bekerja di Kabupaten Gresik resmi mengucapkan ikr

Cegah Keterlambatan Penanganan Ibu Dan Bayi, RSUD Gresik Sehati Perkuat Rujukan Lewat KASIBA

Cegah Keterlambatan Penanganan Ibu Dan Bayi, RSUD Gresik Sehati Perkuat Rujukan Lewat KASIBA

RADAR GRESIK – Kecepatan respons dan ketepatan penanganan menjadi variabel vital dalam menyelamatkan jiwa ibu dan bayi, terutama saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Untuk menguatkan kualitas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer