Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenal Islam Sejak di China, Pekerja Asal Tiongkok Mantap Bersyahadat di MUI Gresik

R
Penulis: Riri Masfardian❯
MEMELUK ISLAM: Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib (tengah) menyerahkan surat keterangan ikrar mualaf kepada Li Qun (31), pekerja asal China yang bekerja di kawasan JIIPE Manyar. (Foto : Ist/Radar Gresik)
MEMELUK ISLAM: Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib (tengah) menyerahkan surat keterangan ikrar mualaf kepada Li Qun (31), pekerja asal China yang bekerja di kawasan JIIPE Manyar. (Foto : Ist/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK — Hidayah Islam akhirnya membawa Li Qun (31), seorang pria asal Li Xian Zhao, China, untuk memantapkan hati memeluk agama Islam. Keputusan besar tersebut diwujudkan secara khidmat dengan mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Kamis (3/9/2026).

Li Qun saat ini tercatat bekerja sebagai tenaga kerja asing di Indonesia, tepatnya di PT Xinyi Glass yang berlokasi di Kompleks Kawasan Industri JIIPE, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Prosesi ikrar mualaf tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib.

Advertisement

Dalam tausiyah dan arahannya, KH. Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan bahwa keputusan masuk Islam merupakan nikmat serta anugerah terbesar yang diberikan oleh Allah SWT kepada seorang hamba.

“Alhamdulillah, kita hari ini bisa mendapatkan nikmat yang paling agung, yaitu nikmat iman,” ujarnya. 

Menurut Kiai Rofiq, iman merupakan fondasi paling utama yang mengantarkan seorang manusia meraih keselamatan sejati, baik di kehidupan dunia maupun di akhirat kelak.

Kiai Rofiq lantas mengutip pandangan salah seorang ulama yang menyebut bahwa iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, hari akhir, serta qada dan qadar merupakan hakikat dari “surga dunia”. Oleh sebab itu, menurutnya, kebahagiaan duniawi tidak semata-mata diukur dari kepemilikan harta melimpah, tingginya jabatan, maupun hal-hal fana lainnya.

“Kalau ada yang bilang surga dunia itu istri cantik, harta dan jabatan, itu kurang tepat,” tuturnya.

Kepada Li Qun, Kiai Rofiq menegaskan bahwa niat tulus memeluk Islam membuka lembaran baru dalam naungan iman. Seseorang yang bersyahadat dengan ikhlas diberikan kesempatan untuk memulai kehidupan yang bersih.

“Dosa-dosa yang pernah dilakukan kepada Allah sebelum masuk Islam, dimaafkan oleh Allah. Dan kebaikan-kebaikan yang dilakukan sebelumnya tetap bernilai pahala,” jelasnya.

Seusai pembacaan dua kalimat syahadat, Kiai Rofiq berpesan agar keimanan tersebut tidak sekadar berhenti pada pengakuan formal di atas kertas. Li Qun diharapkan mulai mempelajari serta mengamalkan rukun Islam secara bertahap, mulai dari mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, hingga menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Jaga Kondusivitas Desa, MUI Gresik Fungsikan Kader Sebagai Komunikator Umat

Jaga Kondusivitas Desa, MUI Gresik Fungsikan Kader Sebagai Komunikator Umat

RADAR GRESIK – Kader Penggerak (KP) MUI Desa didorong tidak hanya aktif dalam syiar dakwah, tetapi juga mampu menjadi benteng deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial dan keagamaan di masyarakat. Peran vital ters

Bekali Pelajar Pentingnya Jaga Diri di Usia Remaja, MUI Gresik Gelar Program Goes to School

Bekali Pelajar Pentingnya Jaga Diri di Usia Remaja, MUI Gresik Gelar Program Goes to School

RADAR GRESIK – Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan penentuan masa depan generasi muda. Menyadari hal tersebut, Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Tantangan Gresik Kota Santri di Era Industrialisasi: Satpol PP dan MUI Ajak Masyarakat Ambil Peran Kunci

Tantangan Gresik Kota Santri di Era Industrialisasi: Satpol PP dan MUI Ajak Masyarakat Ambil Peran Kunci

RADAR GRESIK – Pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Gresik membawa tantangan besar bagi aspek sosial dan keagamaan masyarakat. Fenomena ini menuntut masyarakat lokal serta lembaga keagamaan untuk beradapta

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer