Cegah Keterlambatan Penanganan Ibu Dan Bayi, RSUD Gresik Sehati Perkuat Rujukan Lewat KASIBA

RADAR GRESIK – Kecepatan respons dan ketepatan penanganan menjadi variabel vital dalam menyelamatkan jiwa ibu dan bayi, terutama saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Untuk menguatkan kualitas pelayanan tersebut, RSUD Gresik Sehati Kabupaten Gresik mengembangkan inovasi bertajuk Kantong Siaga Ibu dan Bayi (KASIBA).
Inovasi ini tidak sekadar memperkuat alur rujukan pasien secara teknis, tetapi juga membangun sinergi komunikasi dan kolaborasi yang solid antara rumah sakit, puskesmas, Dinas Kesehatan, hingga praktik mandiri bidan. Melalui KASIBA, proses rujukan penanganan diharapkan dapat berlangsung jauh lebih cepat, presisi, dan terkoordinasi secara real-time.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Gresik Sehati, dr. Riyan Charlie Milyantono, menegaskan bahwa pembenahan sistem rujukan maternal dan neonatal merupakan bentuk komitmen utama rumah sakit dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.
Baca Juga: Ribuan Warga Memadati Ponpes Qomaruddin Bungah, Kapolres Gresik Hadiri Haul KH Sholih Tsani
Menurutnya, kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) menjadi kunci utama untuk memastikan setiap pasien yang dalam kondisi kritis langsung mendapatkan respons medis yang memadai.
“Rujukan itu bukan sekadar memindahkan pasien dari satu fasilitas kesehatan ke rumah sakit. Namun, bagaimana memastikan pasien tiba di fasilitas yang tepat, kondisinya terus terpantau selama perjalanan, dan tim medis rumah sakit penerima sudah siap memberikan pertolongan saat pasien datang,” kata dr. Riyan.
Lebih lanjut, dr. Riyan menguraikan bahwa penguatan koordinasi melalui KASIBA mulai dirintis sejak 2025. Kemudian, pada Rabu (10/6/2026), RSUD Gresik Sehati telah menggelar forum optimalisasi sistem rujukan secara komprehensif bersama tim puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.
Baca Juga: Cegah Penyakit Menular di Blok Hunian, Rutan Gresik Latih 10 Warga Binaan Jadi Kader Kesehatan
Agenda tersebut difokuskan untuk menyamakan persepsi, memperlancar jalur komunikasi antara Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan rumah sakit rujukan, sekaligus menginventarisasi kebutuhan teknis dalam proses rujukan darurat maternal dan neonatal.
Dengan formulasi KASIBA, alur penanganan tidak diputus pada penyerahan berkas pengiriman pasien. Penanganan dimulai sejak deteksi dini risiko kehamilan, komunikasi pra-rujukan, kesiapan tim medis penerima, hingga penindakan medis darurat begitu pasien tiba di rumah sakit.
dr. Riyan membeberkan, setiap harinya RSUD Gresik Sehati menerima rata-rata 5 hingga 10 pasien terkait kebidanan dan kandungan. Tingginya angka kunjungan tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan kehamilan yang memadai, khususnya di wilayah sekitar Gresik Selatan.
Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan peta survei kematian ibu dan anak, terdapat tiga kecamatan di Kabupaten Gresik yang membutuhkan pencermatan dan perhatian ekstra, yakni Kecamatan Tambak, Kedamean, dan Driyorejo.



