Cegah Penyakit Menular di Blok Hunian, Rutan Gresik Latih 10 Warga Binaan Jadi Kader Kesehatan

RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik menggelar program pemberdayaan warga binaan di bidang kesehatan. Sebanyak 10 warga binaan terpilih dibekali pengetahuan dan keterampilan medis dasar melalui pelatihan kader kesehatan di Poliklinik Rutan Gresik, Rabu (4/11/2026).
Agenda pembekalan ini diselenggarakan sebagai langkah proaktif untuk meningkatkan kesadaran kolektif serta menekan potensi penyebaran penyakit menular di dalam blok hunian pemasyarakatan.
Pelatihan tersebut difasilitasi langsung oleh tim medis Rutan Gresik dengan pendampingan dokter dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur beserta jajaran pegawai Kanwil.
Baca Juga: Asah Bakat dan Tumbuhkan Kepercayaan Diri, Warga Binaan Rutan Gresik Rutin Latihan Musik
Sepanjang sesi pembekalan, para peserta menerima pemaparan materi komprehensif mengenai pelbagai jenis penyakit kerawanan lingkungan pemasyarakatan. Di antaranya mencakup tuberkulosis (TBC), penyakit kulit (skabies), HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), hepatitis, hingga Demam Berdarah Dengue (DBD).
Tak hanya diajarkan mengidentifikasi jenis penyakit, 10 warga binaan tersebut dibekali pemahaman mendalam terkait gejala awal, pola penularan, tindakan pencegahan darurat, hingga urgensi menjaga kebersihan personal maupun tempat tinggal.
Melalui program ini, para peserta disiapkan menjadi perpanjangan tangan petugas medis sebagai kader kesehatan di area hunian. Mereka bertugas memberikan edukasi sebaya (peer education) kepada sesama warga binaan.
Baca Juga: Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kekompakan Organisasi, DWP Rutan Kelas IIB Gresik Gelar Pertemuan
Selain itu, para kader diharapkan tanggap mengendus gejala awal gangguan kesehatan di kamar hunian dan mengarahkan warga binaan yang sakit agar segera mendapatkan penanganan medis resmi di poliklinik.
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menguraikan bahwa pelibatan warga binaan sebagai kader kesehatan merupakan strategi untuk memperkuat efektivitas layanan medis internal. Menurutnya, pemeliharaan sanitasi dan kesehatan rutan tidak bisa hanya dibebankan kepada jajaran tenaga medis semata.
“Kami ingin warga binaan tidak sekadar menempatkan diri sebagai penerima layanan, tetapi juga ikut mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan bersama. Lewat pembekalan ini, kami berharap tumbuh kesadaran untuk saling mengingatkan, peka terhadap gejala penyakit, dan bersama mewujudkan lingkungan hunian yang sehat,” ujar Dhimas, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga: Deteksi Dini Penyakit Menular, Rutan Gresik Gandeng Dinkes Gelar Skrining TB dan VCT Mobile
Dhimas optimistis keberadaan kader kesehatan mampu mempercepat alur penyampaian informasi, meningkatkan kepekaan warga binaan, serta mengoptimalkan skema deteksi dini penyakit secara berkelanjutan.



