Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

BPS Gresik dan Media Bersinergi Bangun Literasi Statistik, Dorong Publik Melek Data dan Paham Inflasi

Muhammad Firman Syah • Selasa, 4 November 2025 | 12:40 WIB
Diskusi interaktif antara jurnalis dan tim BPS Gresik mengenai cara menulis berita berbasis data secara menarik dan akurat.
Diskusi interaktif antara jurnalis dan tim BPS Gresik mengenai cara menulis berita berbasis data secara menarik dan akurat.

Kebomas – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik menggandeng kalangan media dalam upaya memperkuat literasi statistik masyarakat. Melalui Workshop Gerakan Literasi Statistik untuk Jurnalis bertema “BPS dan Media, Bersinergi Membangun Masyarakat Melek Data”, kegiatan ini digelar pada Senin (3/11) di Kantor BPS Gresik.

Kepala BPS Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam membumikan data agar lebih mudah dipahami publik. Menurutnya, di era banjir informasi seperti sekarang, masyarakat perlu panduan untuk membedakan mana data resmi dan mana opini tanpa dasar.

“Media adalah mitra penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya membaca angka, tapi juga memahami maknanya. Ketika masyarakat melek data, maka kebijakan publik bisa lebih tepat sasaran,” ujar Indri.

Dalam sesi utama workshop, BPS memberikan pemahaman mendalam tentang konsep inflasi dan bagaimana data tersebut dihimpun serta diolah hingga menjadi rujukan nasional. Beberapa materi yang disampaikan antara lain, cara BPS mengukur Inflasi, jenis dan faktor inflasi serta metode penghitungan inflasi dan peran IHK.

"IHK menjadi indikator utama untuk mengukur perubahan harga barang dan jasa, yang kemudian digunakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menetapkan kebijakan ekonomi," imbuhnya.

Selain topik inflasi, BPS Gresik juga memaparkan Profil Kemiskinan Kabupaten Gresik Maret 2025, sebagaimana tertuang dalam Berita Resmi Statistik No. 15/09/3525/Th. VI, 22 September 2025.
Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk miskin di Gresik tercatat sebanyak 138,55 ribu jiwa dengan persentase kemiskinan 9,95 persen. Angka ini menunjukkan tren penurunan bertahap dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, menandakan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Data kemiskinan ini menjadi dasar penting dalam evaluasi kebijakan daerah. Pemerintah daerah dapat menargetkan program pengentasan kemiskinan secara lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Workshop ini juga membahas strategi komunikasi data oleh BPS, termasuk bagaimana informasi statistik disebarluaskan agar lebih mudah dipahami publik tanpa kehilangan akurasi ilmiahnya.

“BPS ingin media menjadi jembatan antara data dan masyarakat. Dengan bahasa yang sederhana, informatif, dan kontekstual, data bisa lebih bermakna bagi publik,” tandasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara jurnalis dan tim BPS Gresik mengenai cara menulis berita berbasis data secara menarik dan akurat.

 

Editor : Cak Fir
#komunikasi #jurnalis #bps #statistik #Inflasi