RADAR GRESIK – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik terus berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas dan mampu menembus pasar internasional.
Melalui program pembinaan berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, Diskoperindag ingin memastikan UMKM Gresik semakin mandiri dan berdaya saing global.
Kepala Diskoperindag Gresik, Darmawan, menjelaskan pihaknya aktif memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM, mulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM), pengembangan produk, hingga strategi pemasaran.
“Ekspor itu sebenarnya tidak sulit. Banyak UMKM Gresik sudah ekspor tetapi masih menggunakan under name atau nama perusahaan lain. Karena itu, kami dorong agar mereka bisa mandiri,” kata Darmawan, Minggu (6/7/2025).
Darmawan mengakui salah satu kendala utama UMKM dalam menembus pasar ekspor adalah kapasitas produksi. Menurutnya, kebutuhan jumlah produk untuk ekspor sering kali sulit dipenuhi oleh pelaku usaha secara individu.
“Kalau pelaku usaha dengan produk sejenis mau berkoordinasi dan bekerja sama, hambatan kuantitas bisa diatasi,” jelasnya.
Sebagai contoh, produk unggulan seperti songkok yang selama ini rutin dikirim ke Brunei dan Timur Tengah masih menggunakan nama perusahaan lain (under name).
“Maka kami dorong agar ada sinergi antar-UMKM. Dengan begitu, kuantitas terpenuhi dan mereka bisa ekspor atas nama sendiri,” tambah Darmawan.
Diskoperindag Gresik juga secara rutin menggelar pelatihan UMKM di berbagai sektor seperti menjahit, membatik, dan produk makanan dan minuman (mamin).
Selain itu, Diskoperindag menjalin sinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung kelancaran ekspor, termasuk Bea Cukai dan Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Kalau produknya ikan, tentu kita berkoordinasi dengan KKP. Lalu ada Bea Cukai juga. Sehingga harus ada standar kualitas yang dipenuhi,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah