RADAR GRESIK – Suasana haru dan duka menyelimuti Kota Gresik saat jenazah atlet gimnastik artistik nasional, Naufal Takdir Al Bari, tiba di rumah duka di Jalan KH Kholil Gang XI, Kebungson, Kecamatan Gresik, pada pukul 07.30 WIB, Jumat (3/10).
Ratusan warga, kerabat, dan pejabat daerah telah memadati rumah duka sejak pagi. Karangan bunga berderet memenuhi jalan, mengirimkan ungkapan belasungkawa dari berbagai instansi dan tokoh nasional.
Tangis pecah ketika jenazah Naufal disambut oleh keluarga, kerabat, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif, hingga masyarakat setempat.
Turut hadir melayat, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, langsung memeluk ibunda almarhum, Nurul Khotimah, sambil menyampaikan duka cita mendalam.
Khofifah menyebut Naufal sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Rusia sebagai persiapan mengikuti kejuaraan dunia gimnastik artistik dan proyeksi Olimpiade Los Angeles 2030.
"Jawa Timur kehilangan atlet potensial. Mudah-mudahan kebaikan almarhum Naufal diterima di sisi Allah SWT. Kita semua kehilangan atas berpulangnya Ananda Naufal. Dia adalah atlet berprestasi, anak yang baik, sholeh, dan penuh kesantunan," kata Khofifah.
Jenazah disalatkan di rumah duka sekitar pukul 07.55 WIB, sebelum diberangkatkan ke pemakaman umum Tlogopojok pada pukul 08.10 WIB. Prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 09.00 WIB, diiringi tangis keluarga dan para pelayat yang pecah saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.
Ketua Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati, yang mengurus pemulangan atlet sekaligus mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut, tak kuasa menahan duka.
“Kami berkumpul di sini untuk mengantar Naufal ke peristirahatan terakhir. Kehilangan ini sangat berat bagi dunia gimnastik Indonesia. Naufal adalah anak baik, tampan, penuh semangat, dan sangat mencintai ibunya. Ia diproyeksikan menuju Olimpiade 2028, tetapi takdir berkata lain,” ucap Ita dengan air mata.
Naufal dibina oleh PT Petrokimia Gresik sejak usia 7 tahun hingga berhasil menembus Pelatnas dan menorehkan sejumlah prestasi medali emas di ajang nasional dan internasional. Ita Yuliati menekankan agar semangat perjuangan Naufal diwarisi oleh atlet-atlet muda Indonesia.
“Jadikan semangat Naufal semangat kalian semua. Berjuanglah terus untuk Indonesia, sebagaimana Naufal telah mencontohkannya,” imbuhnya.
Sementara itu, ibunda almarhum, Nurul Khotimah, terus memanjatkan doa terbaik saat jenazah anaknya dimasukkan ke liang lahat. Kakak kandung Naufal, Affa Mufarik, menyampaikan permohonan maaf karena ibunya masih dalam keadaan sangat berduka. (jar/han)
Editor : Hany Akasah