RADAR GRESIK - Tim sepak bola Gresik United gagal membawa poin usai menerima kekalahan 1-0 dari Persipal Palu di laga tandang Liga 2 musim 2024/2025.
Skuad Laskar Joko Samudro ketinggalan gol cepat Persipal Palu yang tercipta menit ke 7, melalui kapten Persipal Palu Rendy Saputra di Stadion Gawalise, Palu.
Rendy Saputra merupakan mantan pemain Persegres tahun 2017 lalu.
Setelah gol tercipta oleh tuan rumah, Skuad Gresik United berusaha menyamakan kedudukan dengan memasukkan pemain bertipe menyerang di babak kedua.
Maksimovic masuk di awal babak kedua, untuk menambah daya gedor. Pelatih Stefan pun memasukkan Faisol Yunus, Dicky Kurniawan, dan Akbar. Perubahan gaya main menjadi menyerang total beberapa kali terganggu dengan gaya main tuan rumah. Ditambah lagi kepemimpinan wasit.
Hingga pertandingan berakhir, Gresik United gagal mencuri poin di kandang Persipal Palu. Hal ini membuat Gresik United meraih satu kemenangan dan menelan dua kekalahan dari tiga laga yang dijalani.
Pelatih Gresik United, Stefan Rullin Keltjes enggan menjawab pertanyaan terkait kepemimpinan wasit pada sore hari ini.
“Silahkan dinilai sendirilah, saya tidak mau ngomong karena nanti kalau ngomong digoreng, nilai sendiri saja. Tapi selamatlah buat Palu,” ujarnya.
Stefan mengeluhkan tempo permainan sempat berhenti. Skema yang diusung terganggu. Terutama ketika anak asuhnya memainkan tempo tinggi untuk berusaha mencetak gol.
Penyerang muda Gresik United, Wahyu Agung mengatakan, secara permainan Gresik United unggul. Hanya saja, kata Wahyu, faktor non teknis menjadi kendala.
Baca Juga: Sosok Guru Bahasa Indonesia Gorontalo dan Murid Ketua OSIS yang Video Mesumnya Viral
“Kalau menurut saya skor tadi tidak layak, karena sejauh ini main sangat bagus, kurang beruntung saja, ada kendala non teknis atau apapun. Kami bermain sudah sesuai arahan, ada itu tadi kendala non teknis di lapangan yang tempo kita sudah tinggi, terhenti karena wasit atau pemain tim lawan membuat kita down lagi temponya,” ungkapnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah