Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

CSR Petrokimia Gresik Bersama RS Grha Husada Gelar Sosialisasi Kabasting

Hany Akasah • Sabtu, 24 Juni 2023 | 12:00 WIB
NUTRISI : Rery Novrida selaku Ahli Gizi RS Grha Husada memberikan edukasi mengenai hubungan nutrisi dengan Stunting
NUTRISI : Rery Novrida selaku Ahli Gizi RS Grha Husada memberikan edukasi mengenai hubungan nutrisi dengan Stunting

GRESIK - Bertempat di Gedung Balai Diklat PT. Petrokimia Gresik, Hari Kamis (22/06) Corporate Social Responsibility (CSR) Petrokimia Gresik bersama RS Grha Husada menggelar Sosialisasi Kawal Anak Bebas Stunting (Kabasting)

Acara tersebut dihadiri oleh 70 peserta yang terdiri dari ibu balita dan ibu hamil yang berasal dari 8 kelurahan di sekitar perusahaan PT. Petrokimia yaitu kelurahan Kroman, Karangpoh, Karang Turi, Ngipik, Lumpur, Roomo, Sukorame, dan Tlogopojok. Dan  dihadiri pula oleh Ketua PKK Kecamatan Gresik, Manyar dan  8 Kelurahan, serta ahli gizi dan bidan puskesmas di sekitar perusahaan PT Petrokimia Gresik.

Kadek Ardhika Widya Kresna, S.E selaku Vice President (VP) CSR Petrokimia Gresik menuturkan bahwa Saat ini stunting merupakan isu prioritas nasional, kondisi ini masuk dalam masalah yang harus diperhatikan penanganannya dan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

"Program kabasting adalah salah satu aksi nyata dari PT. Petrokimia Gresik sebagai wujud komitmen mendukung Pemerintah Kabupaten Gresik dan khususnya masyarakat disekitar perusahaan dalam hal stunting" ujar Kadek Ardhika Widya Kresna

Dengan adanya sinergi CSR Petrokimia Gresik dengan RS Grha Husada nantinya akan bisa mengontrol dan mengawal stunting di sekitar perusahaan.

"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk bisa membantu masyarakat di sekitar perusahaan untuk bebas dari stunting" Tambah Kadek Ardhika

dr.Aldhito Zafi Priyangga selaku dokter dari RS Grha Husada menuturkan Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting disebut juga dengan gagal tumbuh.

"Mencegah stunting atau gagal tumbuh harus dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan anak. Itu artinya, Bunda sudah harus memperhatikan kecukupan gizi sejak awal kehamilan" Ujar dr.Aldhito

Rery Novrida selaku Ahli Gizi RS Grha Husada menambahkan Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

"Indikator umum yang digunakan di indonesia untuk mengukur stunting pada anak adalah menggunakan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), tinggi badan menurut usia (TB/U), dan berat badan menurut usia (BB/U)." Jelas Rery

Dokter Lukita Hanggraeni selaku kabag pemasaran RS Grha Husada memaparkan bahwa ada dua sasaran dari program kabasting yaitu ibu hamil dan anak stunting yang berasal dari data puskesmas di sekitar perusahaan PT. Petrokimia Gresik yaitu puskesmas alun alun, puskesmas nelayan, puskesmas industri dan sukomulyo.

"Kegiatan yang dilakukan mencakup pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan ahli gizi, pemeriksaan dokter spesialis anak, termasuk screening tumbuh kembang dan akan dilakukan pula pemberian makanan tambahan serta pemantauan dan evaluasi oleh RS Grha Husada" pungkas dokter Lukita (Nov/Han)

 

Editor : Hany Akasah
#RS Grha Husada #Stunting #CSR Petrokimia Gresik