RADAR GRESIK – Masalah penularan Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Gresik. Bertepatan dengan Hari TB Sedunia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik merilis data temuan kasus baru yang mencapai 521 pasien sepanjang awal tahun hingga 16 Maret 2026.
Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya mempercepat deteksi dini guna memutus rantai penularan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran 24 Maret 2026, Pemudik Diminta Hindari Jam Sibuk dan Manfaatkan WFA
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Wardani, mengungkapkan bahwa penemuan kasus secara aktif adalah kunci utama menuju target eliminasi TB pada tahun 2030 mendatang.
“Hingga tanggal 16 Maret 2026, jumlah temuan kasus baru pasien TB di Kabupaten Gresik tercatat sebanyak 521 orang. Salah satu strategi utama kami adalah meningkatkan penemuan kasus baru agar pasien segera diobati sampai sembuh,” ujar dr. Puspitasari, Selasa (24/3).
Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala khas TB, seperti batuk berkepanjangan atau batuk disertai darah. Jika gejala tersebut muncul, warga diminta tidak menunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas.
Baca Juga: Persiapan Arus Balik: Ini 5 Oleh-Oleh Khas Gresik yang Wajib Dibawa Pulang Beserta Lokasi Berburunya
dr. Puspitasari juga menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani masa pengobatan. Pasalnya, penghentian obat secara sepihak berisiko menyebabkan resistensi obat yang jauh lebih sulit disembuhkan.
“Pasien yang telah didiagnosis TB harus disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas. Ini penting untuk mencegah penularan serta menghindari risiko resistensi obat. Selain itu, pasien diharapkan tetap menggunakan masker saat beraktivitas agar tidak menularkan penyakit kepada orang di sekitarnya,” jelasnya.
Lama pengobatan TB sendiri bervariasi tergantung jenisnya. Untuk TB sensitif obat, pengobatan umumnya berlangsung selama enam bulan. Namun, untuk TB resisten obat, masa pengobatan bisa jauh lebih lama, yakni antara enam hingga 18 bulan.
Baca Juga: Persiapan Arus Balik: Ini 5 Oleh-Oleh Khas Gresik yang Wajib Dibawa Pulang Beserta Lokasi Berburunya
“Dinkes Gresik terus mengintensifkan upaya edukasi, investigasi kontak, dan deteksi dini sebagai langkah penting dalam menekan angka penyebaran TB di masyarakat,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah