RADAR GRESIK-Enam anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dapil X Gresik Lamongan dipastikan akan melenggang ke senayan usai dihitung metode Sainte Lague.
Dari enam kursi, ada tiga incumbent dan tiga sisanya adalah caleg pendatang baru. Berikut profil lengkap caleg DPRD Gresik yang lolos ke senayan pada Pemilu 2024.
- H Nasyirul Falah Amru (PDIP) 525 suara
Nama Nasyirul Falah Amru atau yang akrab disebut Gus Falah sudah tidak asing lagi. Pria kelahiran Lamongan itu merupakan putra dari putra dari KH Amru Al Mu'tashim, seorang mantan anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PKB.
Gus Falah lahir 27 Januari 1975. Ia mengeyam Pendidikan dari tingkat dasar hingga SMA di Ponorogo. Kemudian, melajutkan pendidikan di Universitas Nasional. Selama sekolah, Gus Falah pernah aktif di seluruh organisasi, mulai dari IPNU, HMI hingga kini menjadi pengurus di PBNU. ‘
Baca Juga: Jadi Rebutan Para Caleg, Segini Gaji Anggota DPRD Gresik
Sejak 2004, Gus Falah mulai beraktivitas di PDIP dan puluhan tahun kemudian identitas NU tak pernah luntur. Sebelumnya, Gus Falah sudah menyandang amanat sebagai Wakil Rakyat di DPR-RI pada periode 2014-2019 serta 2019-2024.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat luas, relawan Srikandi Lamongan, para Comando,relawan Bengawan Jero, relawan RGS Gresik, relawan Sehati, relawan Pantura, pasukan Gorong-Gorong, pasukan 'Burung Hantu', alim ulama, para tokoh serta warga NU se-Kabupaten Gresik dan Lamongan. Ini adalah amanat yang harus saya laksanakan sebaik-baiknya, " ujar Gus Falah.
- Jazilul Fawaid (PKB) 277.129 suara
Jazilul Fawaid saat ini juga menjadi anggota DPR sekaligus wakil ketua MPR RI masa jabatan 2019-2024. PKB mendapatkan suara terbanyak kedua yakni 277.129 hingga menjadikan Jazilul Fawaid Kembali meraih posisi kedua. Jazilul Fawaid lahir di Gresik, 5 Desember 1971.
Pendidikan dasarnya ia tembuh di Ma'arif Islamiyah Kertosono Kabupaten Gresik jawa Timur, dilanjutkan ke Ponpes Ihya'ul Ulum untuk jenjang setara SMP dan SMA. Gelar sarjana ia raih tahun 1998 dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta jurusan Ilmu Hukum.
Jazilul melanjutkan pendidikan S2 di perguruan tinggi yang sama dan lulus tahun 2012. Jazilul Fawaid mendapatka gelar doktor dua kali, yakni dari Universitas Negeri Jakarta dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
Jazilul Fawaid merupakan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari tahun 1995-1997. Pada tahun, 2000 Jazilul Fawaid juga pernah menjadi koordinator departemen di PP Pemuda Anshor.
Sebelum memulai kariernya di dunia politik, Jazilul Fawaid menjadi dosen sekaligus ketua jurusan Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Jakarta tahun 2004.
Pada tahun 2005-2009, Jazilul Fawaid menjadi Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri, Perdagangan dan Pembangunan. Hingga kini, karirnya moncer dan digadang-gadang bakal mendapatkan jatah menteri jika PKB masuk dalam pemerintahan. Kemudian, posisi DPRD RI akan diteruskan oleh Ufiq Zuroida peraih suara terbanyak kedua setelah Jazilul Fawaid.
- Ahmad Labib (Golkar) 241.581 suara
Nama Ahmad Labib moncer saat berhasil mengalahkan petahana Dyah Roro. Suara yang diraih Ahmad Labib mencapai 242.481. Labib merupakan mantan dosen dan pengusaha. Tak berbeda dengan dua calon legislatif lainnya, Ahmad Labib juga dibilang aktivis. Ia pernah menjabat sebagai Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) sekaligus menjadi anggota dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya (IMM). Puncak karir organisasinya mentereng, saat pria asli Lamongan tersebut Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah di tahun 2015 hingga 2018.
Selain aktif dalam berbagai organisasi, Labib juga pernah menjabat sebagai wakil direktur bidang pelayanan dan kepesertaan BPJD Provinsi Jawa Timur. Di tahun 2018, Ahmad Labih menjadi Komisaris PT Kelola Mina Bumi.
Baca Juga: Belum Ada Caleg Masuk RSUD Ibnu Sina Gresik, Tapi Empat KPPS Tumbang
- Jiddan (Nasdem) 162.305
Thoriqul Majiddanor atau yang akrab disapa Jiddan meraih suara 162.305. Dengan perolehan suara tertinggi di partainya, putra bungsu dari Mantan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Maria Ulfah itu dipastikan melenggang ke senayan.
Bagi warga Gresik dan Lamongan, Jiddan memang termasuk politisi muda yang punya kemampuan dalam bidang bisnis. Sejak pertengahan tahun lalu Jiddan yang hobi keluar masuk kampung melihat ada sejumlah persoalan mendasar yang hingga kini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama mulai dari sulitnya mencari pekerjaan bagi masyarakat lokal ditengah era terbuka, terbatasnya fasilitas kesehatan disejumlah Kecamatan di Gresik dan Lamongan, fasilitas dan sarana pendidikan yang kurang memadai hingga problematika tingginya biaya hidup.
"Yang menikmati hasil pembangunan Kabupaten Gresik selama periode 2010 hingga sekarang mayoritas warga di luar kota. Mereka berbondong-bondong karena upah bekerja di Gresik tinggi. Sementara milenial lokal kalah dalam berkompetisi," keluh Jiddan.
Baca Juga: Berikut Profil Lengkap Caleg DPRD Jawa Timur Dapil Gresik – Lamongan Suara Terbanyak Pemilu 2024
Skill dan kemampuan Jiddan mengelola bisnis mirip dengan sang ayah. Bagaimana tidak, di tangan Jiddan PT Keluarga Sejahtera Grup (KSG) kini sukses menjadi salah satu developer yang diperhitungkan di Gresik. Banyak developer yang meniru konsep dan strategi KSG dalam mengembangkan usaha perumahan.
Kepiawaian Jiddan dalam membangun bisnis perumahan di Kabupaten Gresik juga berbuah penghargaan dari sejumlah pihak. Mulai penghargaan dari Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai “Top 50 Most Valuable Developers" di Indonesia hingga penghargaan sebagai inovator tokoh muda yang menyediakan 10.000 rumah murah untuk pekerja di Kota Santri.
Baca Juga: Bermasalah, Berikut Penyebab KPU Gresik Skors Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten
- Khilmi (Gerindra) 159.594
Khilmi dipastikan akan menjadi anggota DPR RI perwakilan Dapil X Gresik Lamongan untuk ketiga kalinya. Khilmi merupakan anggota Dewan Penasehat DPP Partai Gerindra (2020–2025) ini memiliki prinsip hidup, “Sesungguhnya Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong orang lain”. (Hadist Muslim Abu Dawud dan Tirmidzi). Khilmi sekolah di SD Negeri Betoyoguci (1973–1979), SMP Negeri 1 Gresik (1979–1982), SMA Negeri 2 Surabaya (1982–1985) kemudian S-1, STIE Yapan Surabaya (2010–2014). Kini, ia juga menjadi Komisaris PT Anak Gresik Raya Kencana dan perusahaan lainnya yang bergerak dalam dunia transportasi.
Sebagai wakil rakyat dari Gerindra, ia tetap tidak berubah, sepatu dan pakaian selayaknya rakyat kebanyakan. Jarang sekali pakai jas dan berpakaian parlente, gayanya juga terlihat sangat sederhana.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Polres Gresik Kerjasama dengan Fakultas Hukum UMG
- Nila Yani Ardiyanti (PDIP) 115.175
Nama Nila Yani Ardiyanti turut mentereng ketika kakak pertemanya, Fandi Akhmad Yani menjadi Bupati Gresik masa jabatan tahun 2020 hingga 2024. Di PDIP, Nila berhasil meraih suara terbanyak kedua yakni 115.175.
Perempuan kelahiran Gresik, 7 Maret 1998 ini merupakan Direktur Keuangan Gresik United. Nila Yani Hardiyanti merupakan sosok yang aktif di berbagai organisasi, baik di bidang olahraga maupun di bidang sosial.
Dirinya pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Gresik, anggota BPD HIPMI Jatim, serta Pembina MGN (Mahasiswa Gresik Nusantara). Nila juga sering menjadi coordinator EO dalam berbagai kegiatan baik swasta maupun pemerintahan.
Editor : Hany Akasah