RADAR GRESIK-Meski sempat viral kasus pencatutan foto DPD Jatim oleh Kondang Kusumaning Ayu, Dr. Lia Istifhama memilih untuk memanfaatkannya. Pasalnya, hanya berbekal foto dan mengambil foto Lia Istifhama tanpa izin
“Yang kedua kami akan melakukan upaya di Bawaslu Jawa Timur terhadap penggunaan foto klien kami, Lia Istifhama yang digunakan oleh salah satu Calon DPD Dapil Jawa Timur juga,” terusnya.
Disebutkan jika Kondang Kusumaning Ayu mengunggah foto pribadi pesaingnya tersebut di akun TikTok miliknya.
Dan kini, setelah beberapa hari tidak berkomentar, ning Lia yang merupakan keponakan Khofifah Indar Parawansa, memberikan kabar mengejutkan.
“Dengan ucapan bismillah, bahwa kasus ini sudah klir dan terhenti dalam pada kalimat ‘mentolerir’ dan ‘memaafkan’. Bahwa kami sangat memahami situasi ini tentu menjadi perbincangan publik, maka harus ada pelurusan fakta. Bahwa yang disampaikan kuasa hukum kami, itu benar, yaitu ini bagian proses edukasi etika berpolitik. Terkait somasi dan pelaporan ke Polda maupun Bawaslu, itu tidak kami lakukan karena kami sudah membuat keputusan ‘memaafkan.”
Baca Juga: Semarakkan HUT Radar Surabaya, Calon DPD RI Terpilih Lia Isfihama Lagu Pelanggaran
“Etika disini, bahwa siapapun yang menjadi timses atau juru kampanye salah seorang kontestan politik, wajib dan perlu tahu sosok asli yang ia promosikan. Jadi tidak salah ambil foto. Saya berharap fenomena langka dan mungkin pertama kali terjadi di kancah perpolitikan negeri ini, cukup terjadi saat ini saja. Ini semua semoga menjadi hikmah pembelajaran bersama agar tidak terjadi lagi di masa mendatang. Kita wujudkan politik jujur dan bermartabat,” katanya.
Ning Lia menjelaskan bahwa pihak sebelah yang mencatut fotonya, hingga kini tampak ‘menghilang’.
Baca Juga: Perempuan Harus Punya Pesona, Lia Istifhama Raih Person of The Year 2023 Radar Surabaya
“Akun tiktok tersebut, tidak menampakkan diri sama sekali. Untuk sementara memang nampak penuh misteri, ya. Mengklarifikasi pun tidak, apalagi mengindahkan sebuah permohonan maaf. Sedangkan niat kami, sepenuhnya edukasi dan ini menjaga jangan sampai ada disinformasi, manipulasi, dan segala bentuk hoax di dalam proses demokrasi. Dan saya yakin, dengan kencangnya berita terkait rencana somasi, pihak terkait sudah mengambil pembelajaran berharga,” tegas Lia.
“Jadi, saya kira sudah memenuhi tujuan utama, yaitu edukasi, maka klir tidak ada kelanjutan somasi dan sebagainya. Sekarang pihak kami fokus pengamanan suara di tingkat Kabupaten Kota,” paparnya.
Pihaknya akan mengawal suara teman-teman saksi yang beberapa hari menjadi saksi kecamatan. "Jadi ada hal-hal yang sifatnya tanggung jawab manusiawi kami kepada teman-teman saksi dan relawan, sehingga baru bisa menyampaikan ini,” kata Lia.
Baca Juga: Festival Panen Karya P5 SD Negeri dan Swasta Kecamatan Kebomas Meriahkan Atrium Gressmall Gresik
Tak lupa, ia pun menyampaikan terimakasih kepada segenap relawan dan masyarakat yang mendukungnya selama ini.
“Sekali lagi, saya haturkan terimakasih. Terkhusus para saksi di tingkat kecamatan, relawan bunda Khofifah, kader NU dari berbagai Banom, dan juga masyarakat umum yang mempercayakan suara saat Pemilu kemarin kepada saya. Tak lupa juga warganet yang saya lihat komentarnya positif dan bukan akun buzzer. Karena bukan buzzer, maka saya harus mengapresiasi dan terimakasih,” tegasnya dengan tersenyum. (rir/han)
Editor : Hany Akasah