RADAR GRESIK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Gresik menggelar kegiatan gabungan sosialisasi tanggap bencana dan pendidikan politik bagi para kader di seluruh kecamatan se-Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi partai untuk memperkuat peran sosial dan politik kader PDI Perjuangan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Gresik Mujid Riduan, Sekretaris DPC Noto Utomo, serta Jumanto dan Mulyono dari DPC. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik kader sekaligus membentuk relawan tanggap bencana di setiap desa dan kecamatan.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Gresik, Noto Utomo, menjelaskan kegiatan ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan tidak hanya fokus pada bidang politik, tetapi juga pada aksi sosial kemanusiaan.
"Kami membentuk relawan tanggap bencana untuk membantu korban bencana, seperti membuat dapur umum dan pemberian bantuan sosial," kata Noto, Senin (14/7/2025).
Noto menambahkan bahwa pembentukan tim tanggap bencana menjadi langkah strategis mengingat beberapa wilayah di Gresik, seperti Bungah, Dukun, Cerme, Benjeng, dan Balongpanggang, kerap mengalami banjir. Sementara itu, bencana tanah longsor sering terjadi di Giri Gresik dan wilayah lainnya saat musim penghujan.
Bantuan sosial dapat bersumber dari berbagai tingkatan organisasi partai, mulai dari DPC, DPP, hingga struktur PAC dan ranting di desa. Inisiatif ini diprakarsai oleh PDI Perjuangan untuk memperkuat peran kader dalam aksi kemanusiaan.
Selain sosialisasi tanggap bencana, kegiatan ini juga membahas arah kebijakan internal partai. Noto menegaskan bahwa terkait pelaksanaan Kongres PDI Perjuangan, kader diminta untuk tidak berspekulasi mengenai pemilihan Ketua DPD maupun Ketua DPC hingga ada instruksi resmi dari DPP.
"Kami menunggu instruksi resmi dari DPP. Tidak diperbolehkan membicarakan posisi Ketua sebelum ada petunjuk teknis. Kita silent dulu sampai ada keputusan resmi Ketua Umum (Ketum)," ujarnya.
Noto juga mengapresiasi bantuan partai politik (Banpol) yang mendukung kegiatan pendidikan politik ini. Ia berharap PDI Perjuangan dapat terus meningkatkan kontribusinya.
"Dengan pendidikan politik ini, kami ingin menambah wawasan kader tentang mekanisme partai. Kami berharap di tahun 2029 dan 2031, PDI Perjuangan dapat menambah jumlah kursi. Saat ini kami memiliki sembilan kursi di Gresik, dan kami optimistis jumlah itu bisa bertambah lagi," jelas Noto, yang juga merupakan anggota Komisi IV DPRD Gresik.
Ketua DPC PDI Perjuangan Gresik, Mujid Riduan, menambahkan bahwa pendidikan politik dilaksanakan dalam rangka penguatan ideologi Soekarno, sekaligus menyambut bulan Juni sebagai bulan Soekarno. Oleh karena itu, ajaran-ajaran politik ideologi Bung Karno juga disampaikan dalam kegiatan ini.
"Dalam rangka penguatan struktur partai baik DPC, PAC, maupun ranting PDI Perjuangan, kami lakukan secara bertahap di enam belas kecamatan yang ada di daratan. Hari ini Kecamatan Cerme, Wringinanom, Benjeng, dan PAC Kecamatan Gresik," terang Mujid.
Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk memperkuat struktur partai melalui pendidikan politik sekaligus membumikan ajaran Bung Karno kepada struktural partai di tingkat DPC, PAC, maupun anak ranting. (jar/han)
Editor : Hany Akasah