Driyorejo – Kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah Gresik Selatan menuai sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Gresik. Melalui inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah, Komisi IV menemukan banyak bangunan yang rusak parah dan dinilai membahayakan keselamatan siswa.
Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchamad Saifudin, mengungkapkan bahwa temuan kerusakan terjadi di beberapa titik sekolah, khususnya di bagian atap ruang kelas.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak ruang kelas yang rusak berat dan tak layak pakai,” tegasnya usai sidak ke SMPN 28, SMPN 18, dan SMPN 8 Gresik, Jumat (23/5).
Saifudin menyebut, keterlambatan dalam perbaikan fasilitas pendidikan menunjukkan lemahnya komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menjamin kualitas belajar-mengajar.
“Kami mendesak agar pembenahan segera dilakukan tahun ini, tanpa menunggu jatuh korban,” ujarnya.
Komisi IV menegaskan, pengawasan terhadap sektor pendidikan tidak hanya terbatas pada kurikulum dan manajemen sekolah, tetapi juga mencakup aspek fisik yang langsung berdampak pada kenyamanan dan keselamatan siswa.
“Kami menyadari banyak SD dan SMP di Gresik yang kondisi bangunannya rusak. Ini bukan soal anggaran semata, tapi soal keberpihakan terhadap masa depan pendidikan,” tandasnya.
Ia menekankan agar infrastruktur pendidikan dimasukkan sebagai program prioritas daerah, bukan sekadar formalitas tahunan.
“Pendidikan tak boleh dikorbankan karena kelalaian birokrasi,” pungkas Saifudin. (jar/fir)
Editor : Cak Fir