Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

DPRD Gresik Optimis Kopdes Merah Putih Jadi Motor Penggerak Ekonomi di Desa

Fajar Yuliyanto • Minggu, 18 Mei 2025 | 23:35 WIB
Photo
Photo

GRESIK – DPRD Gresik mengintensifkan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri di Desa Masangan, Kecamatan Bungah. Langkah ini dilakukan dalam rangka upaya mengakselerasi pembangunan ekonomi lokal berbasis kreativitas dan kolaborasi.

Anggota Komisi I DPRD Gresik Khusnul Fiqhan menyebut, potensi pemuda desa adalah kekuatan utama yang belum tergarap maksimal. Ia mendorong agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi motor penggerak dalam menginisiasi usaha kreatif dan membangun wirausaha berkelanjutan yang berorientasi pada penguatan ekonomi keluarga utamanya seiring dengan hadirnya koperasi desa merah putih.

“Pemuda-pemuda desa harus kreatif menciptakan peluang-peluang usaha. Tidak hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi harus punya inisiatif dan inovasi sendiri,” tegas Fiqhan, Minggu (17/5).

Ia mencontohkan berbagai lini usaha yang dapat dikembangkan kopdes merah putih, mulai dari produksi makanan olahan, pertanian terpadu, pengolahan limbah menjadi produk bernilai, hingga usaha digital seperti konten kreatif, e-commerce lokal, hingga pemasaran produk UMKM berbasis media sosial.

Dalam kesempatan itu, Fiqhan juga menyoroti peran strategis kelembagaan desa, khususnya BUMDes dan koperasi, untuk menjadi fasilitator dan inkubator usaha pemuda. Ia secara khusus menyebut Koperasi Merah Putih sebagai infrastruktur ekonomi baru yang harus melibatkan anak muda dalam proses perencanaan hingga pengelolaan.

“Pemuda harus dilibatkan langsung, baik dalam ide, pelatihan, manajemen, maupun eksekusi usaha. Kalau ini dijalankan bersama, Koperasi Merah Putih bisa menjadi motor ekonomi baru di desa,” jelasnya.

Sinergi antara pemerintah desa dan elemen pemuda, lanjut Khusnul, menjadi kunci keberhasilan transformasi desa menuju mandiri. Tak hanya soal ekonomi, tetapi juga bagaimana desa mampu berdiri di atas kakinya sendiri dalam pelayanan sosial, pendidikan alternatif, dan penguatan kebudayaan lokal.

“Pemerintah desa harus proaktif. Fasilitasi ruang-ruang dialog, wadahi komunitas kreatif, dan dorong BUMDes menjadi mitra nyata pemuda desa,” imbuhnya.

Dia optimistis, jika Perda Desa Mandiri dijalankan secara konsisten, Gresik tidak hanya akan punya desa bebas kemiskinan, tetapi juga desa-desa kreatif yang tumbuh dari bawah. Ia pun berjanji akan mengawal anggaran dan regulasi yang mendukung peningkatan kapasitas pemuda dan pembangunan ekonomi lokal di tingkat desa.

“Kalau desa maju karena peran pemuda, itu bukan kebetulan. Itu hasil kolaborasi dan keberpihakan,” pungkasnya. (jar/fir)

Editor : Cak Fir
#gresik #dprd #merah putih #Kopdes