RADAR GRESIK - Setiap tanggal 30 September, masyarakat Indonesia mengenang peristiwa penting dalam sejarah bangsa, yaitu Gerakan 30 September atau yang lebih dikenal dengan G30S/PKI.
Di sisi lain, pada tingkat global, 30 September juga diperingati sebagai Hari Penerjemah Internasional, sebuah momen untuk merayakan peran penting para penerjemah dalam menyatukan berbagai bahasa dan budaya di dunia.
Di Indonesia, tanggal 30 September diperingati sebagai hari yang mengingatkan kita pada peristiwa tragis yang terjadi pada tahun 1965. G30S/PKI adalah gerakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Gerakan ini mengakibatkan terbunuhnya enam jenderal dan beberapa perwira TNI, yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.
Peristiwa ini menandai awal dari pergolakan politik besar di Indonesia, yang pada akhirnya membawa perubahan besar pada pemerintahan Orde Lama menuju Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.
Setiap tahun, peringatan G30S/PKI di Indonesia menjadi momen untuk mengingat pentingnya menjaga keutuhan bangsa dari ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Selain peristiwa sejarah dalam negeri, tanggal 30 September juga diakui secara global sebagai Hari Penerjemah Internasional.
Peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2017 untuk merayakan peran krusial para penerjemah, juru bahasa, dan profesional bahasa lainnya dalam memfasilitasi komunikasi lintas budaya.
Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari peringatan Santo Hieronimus, yang dikenal sebagai pelindung para penerjemah.
Hieronimus adalah penerjemah Alkitab dari bahasa Yunani dan Ibrani ke dalam bahasa Latin pada abad ke-4, yang kemudian dikenal sebagai Vulgata, salah satu karya penting dalam sejarah penerjemahan.
Hari Penerjemah Internasional mengingatkan dunia akan pentingnya penerjemahan dalam mempromosikan perdamaian, pengertian antarbangsa, serta menghargai keragaman bahasa dan budaya.
Dengan semakin berkembangnya globalisasi, peran penerjemah menjadi semakin esensial dalam menjaga kelancaran komunikasi internasional di berbagai bidang, mulai dari diplomasi, pendidikan, hingga bisnis.
Dua Peringatan dalam 1 Tanggal
dengan demikian, 30 September merupakan tanggal yang memiliki makna penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di Indonesia, peringatan G30S/PKI menjadi pengingat akan sejarah kelam yang tidak boleh dilupakan.
Sementara secara global, Hari Penerjemah Internasional mengapresiasi kontribusi para penerjemah yang membantu menjembatani komunikasi antarnegara dan antarbudaya di seluruh dunia.
Dua peringatan ini memberikan pesan yang berbeda namun sama pentingnya, satu mengingatkan akan perlunya menjaga persatuan bangsa dari ancaman ideologi yang memecah belah.
Yang lainnya merayakan peran penting penerjemah dalam membangun jembatan komunikasi dan pemahaman di antara masyarakat dunia. (fed/han)
Editor : Hany Akasah