Usung Tagline Gresik Maju, Asluchul Alif Siap Bantu Gus Yani Atasi Problem Akut Kota Santri
Muhammad Firman Syah• Rabu, 28 Agustus 2024 | 23:33 WIB
Gresik Maju : Bakal Calon Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif akan mengusung tagline Gresik Maju pada Pilkada Gresik 2024.
Kebomas- Bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah Gresik 2024-2029, Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif dipastikan maju tanpa lawan alias versus kotak kosong. Hal ini lantaran seluruh partai politik parlemen maupun non parlemen telah memberikan dukungannya. Meski demikian, Bapaslon yang sampai saat ini belum menyiapkan akronim nama duet itu tidak mau disebut menjadi kepala daerah tanpa persiapan alias dadakan.
Kepada Radar Gresik, Bakal Calon Wakil Bupati, Asluchul Alif secara rinci menyampaikan, jauh hari pihaknya telah menyiapkan sejumlah gagasan untuk masyarakat kota santri. Menurut Alif, ada sejumlah problem besar yang hingga kini membutuhkan solusi.
Nah, salah satu hal yang paling mencolok terkait dengan industrialisasi yang masif namun belum memberikan dampak signifikan pada kesejahteraan warga kota santri.
"Kami akan mengusung tagline Gresik Maju. Selain sejalan dengan tagline pemerintah pusat, Gresik Maju merupakan sebuah tekad dan optimisme agar masyarakat lokal harus mandiri, berdiri diatas kakinya sendiri tidak hanya menjadi penonton saja," tegas politisi yang juga seorang dokter itu.
Lebih lanjut Alif menguraikan, selama 4 tahun terakhir pihaknya menilai ada sejumlah program yang harus dibenahi. Mulai dari masalah kesehatan, pendidikan, infrastuktur, pelayanan publik, sistem informasi dan transparansi maupun program sosial ekonomi yang lain. Alif juga menilai keterlibatan stakeholder dalam perumusan serta pengambilan kebijakan dinilai kurang sehingga ada beberapa program yang tidak bisa berjalan mulus di lapangan.
"Semua program yang bagus harus dilanjutkan, namun yang masih kurang nanti kita sempurnakan bersama-sama," imbuhnya.
Dalam mendampingi Gus Yani kedepan, Ketua DPC Gerindra itu juga akan menyiapkan rencana aksi dengan gol mengukur capaian keberhasilan pemerintah daerah. Pada rencana ini, penentuan indikator penilaian kinerja menjadi aspek yang krusial karena harus selaras dengan program ideal yang telah disusun oleh pemerintah pusat.
"Percepatan proses pelayanan publik diberbagai sektor mulai dari perizinan, kesehatan hingga pendidikan menjadi salah satu hal yang menjadi prioritas utama. Nanti masyarakat bisa langsung memberikan penilaian melalui kanal yang kami sediakan sehingga hal tersebut bisa kita monitoring dan evaluasi bersama termasuk tentang penyaluran bantuan sosial," papar kepala RS Fatma Medika.
Alif menyadari kepercayaan masyarakat dapat menjadi efek positif bagi proses jalannya roda pemerintahan. Meski demikian, Alif meminta masyarakat untuk bersabar karena pada awal masa kerjannya nanti tidak semua program bisa dieksekusi lantaran proses pembahasan anggaran di DPRD sudah selesai alias digedok.
"Saya dan gus Yani akan membagi tugas sesuai dengan aturan yang ada. Saat ini yang ada dibenak saya adalah bagaimana bisa lahir loncatan penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Waktu lima tahun tentu sangat cepat, untuk itu bagaimana semua visi misi yang saat ini tengah kami susun bisa terealiasi selama kami bertugas," imbuh Alif.
Sementara itu, saat disinggung mengenai apakah duet antara dirinya dengan Fandi Akhmad Yani merupakan strategi politik yang sudah disiapkan sejak lama? Alif dengan tegas membantah. Menurutnya, perintah DPP Gerindra agar dia dan Gus Yani berkoalisi merupakan langkah yang spontan dan sama sekali tidak diperhitungkan sebelumnya.
"Tidak benar jika rencana kami maju ini disiapkan sejak lama. Semuanya spontan perintah DPP," pungkasnya.