Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Atasi Kemacetan, Dishub Gresik Rutin Sisir Parkir Truk di Exit Tol Manyar dan Kebomas

Fajar Yuliyanto • Selasa, 3 Maret 2026 | 22:16 WIB

 

PENERTIBAN : Petugas Dishub Gresik tertibkan parkir truk di exit tol Manyar dan Kebomas, Gresik.
PENERTIBAN : Petugas Dishub Gresik tertibkan parkir truk di exit tol Manyar dan Kebomas, Gresik.

RADAR GRESIK - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik terus berkomitmen menjaga kelancaran arus lalu lintas dengan melakukan penertiban parkir truk di sejumlah titik rawan kemacetan, terutama di kawasan exit tol Manyar dan exit tol Kebomas.

Langkah ini diambil karena hampir setiap hari ditemukan truk yang nekat parkir di area tersebut untuk beristirahat, yang sering kali memicu kepadatan kendaraan.

Kepala Dishub Kabupaten Gresik, Khusaini, menjelaskan bahwa pengawasan dan penertiban ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap hari.

Pihaknya memberikan perhatian khusus pada jam-jam sibuk untuk memastikan mobilitas masyarakat tidak terganggu oleh keberadaan truk yang parkir sembarangan.

“Penertiban sudah lama kami lakukan terutama parkir truk yang diparkir exit tol Manyar. Padahal sudah disiapkan tempat kantong parkir di kawasan Ngawen, Kecamatan Sidayu, Gresik, dan petugas rutin standby setiap hari pagi dan sore,” kata Khusaini.

Khusaini juga menggarisbawahi tantangan di lapangan, terutama terkait pembagian kewenangan wilayah di exit tol Kebomas. Sebagian area masih berada di bawah wewenang pengelola jalan tol, sehingga langkah penertiban yang menyentuh badan tol memerlukan komunikasi lintas instansi.

“Kalau penertiban sampai ke badan tol, itu masih kewenangan pihak tol. Kami tetap berkoordinasi dengan pengelola tol Kebomas. Namun demikian, masih ditemukan truk yang tetap parkir,” ujarnya.

Berdasarkan data Dishub, banyak sopir truk memanfaatkan bahu jalan di exit tol sebagai lokasi istirahat dan tidur. Untuk mengantisipasi hal ini, petugas disiagakan sejak pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.

Dalam setiap operasi, petugas biasanya menemukan 8 hingga 10 truk yang parkir di tepi jalan, baik dari arah Sidayu maupun sebaliknya. Sebagai langkah nyata, Dishub mengerahkan 3 hingga 6 personel setiap hari di kedua titik exit tol tersebut untuk memberikan imbauan langsung kepada para sopir.

Khusaini sangat berharap adanya kesadaran mandiri dari para pengguna jalan, khususnya sopir angkutan barang, agar memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah daerah maupun pengelola tol.

“Kami mohon pengertian para sopir. Silakan memanfaatkan tempat yang sudah disediakan seperti di TKP Ngawen yang gratis, atau rest area Tol Bunder. Jangan parkir di exit tol karena berpotensi mengganggu arus lalu lintas,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Wilayah Kota Dishub Gresik, Muhammad Mansyur Arif, menekankan pentingnya aspek keselamatan teknis di samping ketertiban parkir.

Ia mengimbau para sopir untuk selalu menggunakan terpal penutup muatan dan tidak membawa beban yang melebihi kapasitas angkut. Pihaknya terus mengedepankan pendekatan persuasif agar para sopir memahami risiko dari tindakan mereka.

“Kami berharap ada sinergi semua pihak agar penertiban ini berjalan optimal. Tujuannya bukan semata-mata menindak, tetapi menciptakan ketertiban dan keselamatan lalu lintas di wilayah Gresik,” tutup Mansyur Arif. (

Editor : Hany Akasah
#tol #gresik #manyar #kebomas #Dishub