RADAR GRESIK – Anggota DPRD Kabupaten Gresik kembali turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Dukun dan Kecamatan Panceng.
Dalam pertemuan tersebut, kebutuhan akan perbaikan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas hunian menjadi isu paling dominan yang dikeluhkan warga.
Anggota Komisi IV DPRD Gresik, dr. Jumanto, mengungkapkan bahwa mayoritas aspirasi yang masuk berkaitan erat dengan kondisi jalan poros desa (JPD), jalan lingkungan, serta sistem drainase yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Politisi dari PDI Perjuangan ini mencatat bahwa akses mobilitas warga di wilayah Gresik Utara masih memerlukan banyak sentuhan pembangunan, mulai dari pengaspalan hingga pemenuhan fasilitas pendukung jalan.
“Banyak ruas jalan poros desa di wilayah Panceng dan Dukun yang dilaporkan rusak. Ada yang membutuhkan pengaspalan, pengecoran, hingga pemasangan penerangan jalan umum (PJU). Ini menjadi prioritas karena menyangkut akses utama masyarakat,” ujar dr. Jumanto, Rabu (25/2).
Selain jalan poros, usulan mengenai pavingisasi jalan lingkungan dan rabat beton juga mencuat.
Menurutnya, perbaikan ini krusial untuk menunjang aktivitas ekonomi pedesaan serta mempermudah akses warga menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Kekhawatiran warga terhadap potensi banjir dan genangan air saat musim hujan juga menjadi catatan penting. Warga mendesak adanya normalisasi sungai dan perbaikan saluran air.
Tak hanya itu, kesadaran lingkungan mulai tumbuh dengan adanya usulan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Di sektor layanan dasar, masyarakat juga menitipkan harapan pada rehabilitasi fasilitas umum seperti gedung sekolah, posyandu, pustu, hingga pembangunan jembatan desa yang menjadi urat nadi penghubung antar-wilayah.
Satu poin krusial yang turut disoroti adalah program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). dr. Jumanto menemukan masih banyak warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan membutuhkan bantuan stimulan dari pemerintah.
“Secara keseluruhan, aspirasi masyarakat berfokus pada perbaikan infrastruktur, peningkatan pelayanan dasar, dan kualitas permukiman. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran dan program pembangunan,” tegasnya.
Menutup agenda reses tersebut, dr. Jumanto berharap hasil penyerapan aspirasi ini dapat terealisasi secara bertahap sehingga pemerataan pembangunan di wilayah Dukun dan Panceng dapat terwujud secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat desa. (jar/han)
Editor : Hany Akasah