Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Komitmen Lindungi Keluarga Migran, Bupati Gresik Kawal Langsung Kepulangan 3 Anak PMI

Fajar Yuliyanto • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:17 WIB
TANGIS HARU: Tangis haru pecah saat tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik akhirnya menginjakkan kaki di tanah kelahiran orang tua mereka, Selasa (10/2).
TANGIS HARU: Tangis haru pecah saat tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik akhirnya menginjakkan kaki di tanah kelahiran orang tua mereka, Selasa (10/2).

RADAR GRESIK - Tangis haru pecah saat tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik akhirnya menginjakkan kaki di tanah kelahiran orang tua mereka, Selasa (10/2). 

Setelah bertahun-tahun tumbuh di luar negeri, ketiganya pulang dengan pendampingan penuh pemerintah daerah yang dikawal langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Bagi ketiga anak tersebut, kepulangan ini bukan sekadar perjalanan lintas negara, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman yang selama ini hanya mereka kenal dari cerita orang tua.

Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan proses pemulangan berjalan aman dan manusiawi sebagai bentuk perlindungan negara terhadap keluarga PMI.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perlindungan PMI asal Gresik yang jumlahnya mencapai sekitar 5.700 orang dan tersebar di sejumlah kecamatan. Bupati Yani menegaskan anak-anak PMI tidak boleh menjadi pihak yang menanggung dampak sosial dari migrasi orang tuanya.

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban jarak dan migrasi. Mereka harus pulang dengan aman, terlindungi, dan memiliki masa depan yang jelas,” ujarnya.

Setibanya di tanah air, penjemputan dilakukan Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik bersama OPD terkait, camat, dan perangkat desa. Pemerintah daerah langsung menyiapkan pendampingan psikososial dan konseling untuk membantu proses adaptasi anak-anak yang sejak lahir besar di luar negeri. Pemkab juga menyiapkan rumah singgah jika diperlukan.

Tahap berikutnya adalah pengurusan dokumen kependudukan agar ketiganya dapat mengakses pendidikan formal dan layanan kesehatan.

Anak PMI yang dipulangkan yakni MI (12) dan SY (8), warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, serta HA (11), warga Desa Siwalan, Kecamatan Panceng. Ketiganya telah diserahkan kepada keluarga masing-masing dengan pendampingan pemerintah.

Rasa syukur disampaikan Siti Khotimah (50), orang tua HA. Ia mengaku terharu karena kepulangan anaknya mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.

“Alhamdulillah senang sekali akhirnya HA bisa pulang. Tidak menyangka kepulangannya bersama Pak Bupati,” tuturnya.

Menurut Bupati Yani, pemulangan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Pemkab Gresik dan KBRI Kuala Lumpur. Gresik memiliki tujuh kantong besar PMI, yakni Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Dukun, Pulau Bawean (Sangkapura dan Tambak), serta Manyar.

Program perlindungan ini merupakan implementasi Program Prioritas Nawakarsa melalui skema BUMI Gresik (Peduli Buruh Migran Gresik) yang melibatkan lintas OPD, mulai dari Dinas Tenaga Kerja, Sosial, Kesehatan, Pendidikan, KBPPPA, Dispendukcapil hingga Dinas PMD.

“Ini baru awal. Masih banyak anak PMI lain yang menunggu kepulangan. Kami akan terus berkoordinasi dengan KBRI agar kehadiran negara benar-benar dirasakan keluarga pekerja migran,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Anak #pmi #fandi akhmad yani #gresik #manyar #pendidikan