Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Ekraf Jadi Akar Pembangunan, Pemkab Gresik Beri Penghargaan untuk 26 Sosok Inspiratif

Hany Akasah • Minggu, 21 Desember 2025 | 23:37 WIB
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Parekrafbudpora drg. Saifudin Ghozali memberikan penghargaan kepada salah satu pelaku ekonomi kreatif.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Parekrafbudpora drg. Saifudin Ghozali memberikan penghargaan kepada salah satu pelaku ekonomi kreatif.

RADAR GRESIK — Wajah Kabupaten Gresik kini kian bersinar melalui deretan karya kreatif, mulai dari film pendek yang menembus panggung Prancis, alunan musik jazz, kriya damar kurung, hingga racikan minuman khas yang mendunia.

Kekuatan ekonomi berbasis budaya ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Gresik dalam ajang kolaborasi bertajuk “Dari Ide Kreatif Menuju Berita Inspiratif” di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Jumat (19/12/2025).

Dalam momentum tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa identitas daerah tidak hanya dibangun melalui beton dan infrastruktur fisik, melainkan melalui akar budaya yang kuat.

Baginya, para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) adalah duta bangsa yang membawa nama Gresik ke level internasional sekaligus menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini berkomitmen bahwa dukungan terhadap seniman dan pelaku ekraf tidak akan berhenti pada seremoni semata, melainkan akan menjadi program kerja yang berkelanjutan.

“Membangun suatu daerah tidak hanya melalui infrastruktur. Hari ini kita bisa melihat bahwa masyarakat Gresik juga luar biasa dalam membangun daerahnya lewat budaya dan ekonomi kreatif. Karena kemajuan suatu daerah selalu dimulai dari akar budayanya,” tegas Gus Yani.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif memandang sektor ekraf sebagai solusi strategis untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku kreatif yang secara mandiri telah memberikan manfaat nyata bagi ekonomi lokal.

“Ini adalah bentuk dukungan masyarakat dalam membangun daerah. Para pelaku ekonomi kreatif berkontribusi langsung dan menjadi bagian penting dari pembangunan Gresik,” ujar Asluchul Alif.

Dukungan dari sisi kebijakan nasional pun turut mengemuka. Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, yang hadir dalam acara tersebut, menyoroti pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi para kreator.

Ia juga membawa kabar baik mengenai gagasan program KUR Ekraf sebagai akses pembiayaan khusus bagi pelaku usaha kreatif.

Suasana di GNI Gresik semakin inspiratif dengan sesi sharing success story. Sejumlah tokoh kreatif berbagi pengalaman emas mereka, seperti Irfan dari Gresik Movie yang sukses membawa film identitas lokal ke Cannes, Prancis, serta Najih dari Legend Tren yang berhasil mengekspor minuman khas Gresik.

Tak ketinggalan, Anhar menceritakan transformasi Damar Kurung dari warisan budaya menjadi ilustrasi produk nasional, serta Andrew Nababan yang mempopulerkan Jazz di ruang publik Gresik.

Sebagai puncak acara, Bupati Gresik menyerahkan piagam apresiasi kepada 26 pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan negara atas dedikasi mereka dalam menjaga api budaya lokal agar tetap abadi dan produktif bagi generasi mendatang. (han) 

Editor : Hany Akasah
#Disparekrafbudpora #ekraf #fandi akhmad yani #gresik #ASLUCHUL ALIF