Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Susun Kajian Risiko Bencana 2025-2029, Forkopimda Gresik Tekankan Kesiapsiagaan Kolektif

Fajar Yuliyanto • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 21:23 WIB
RESIKO : Tanggap kajian risiko bencana di Kabupaten Gresik
RESIKO : Tanggap kajian risiko bencana di Kabupaten Gresik

RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Gresik Periode 2025-2029.

Kegiatan bertema “Towards a Resilient Gresik, Bersama Mengenali Risiko, Bersama Membangun Ketangguhan” ini dilaksanakan di Ruang Rapat Retno Suwari, Kantor Bupati Gresik Lantai II, pada Jumat (24/10).

Komandan Kodim 0817/Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, turut hadir dalam FGD yang melibatkan unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, akademisi, serta organisasi kebencanaan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergitas antar instansi dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan langkah awal untuk mengumpulkan masukan dan memetakan daerah rawan bencana berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya.

“Kegiatan tadi masih dalam rangka untuk mencari masukan terkait pembuatan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) dan memetakan mana saja yang rawan terkait bencana. Setelah itu dipetakan serta mana saja yang resiko tinggi dan rendah untuk daerah banjir. Ini masih dalam proses penyusunan KRB,” kata Miko.

Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha menegaskan bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Kodim 0817/Gresik siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana. Melalui kebersamaan dan kesiapsiagaan, kita dapat membangun Gresik yang lebih tangguh dan siap menghadapi segala bentuk ancaman bencana,” ujar Letkol Fadly.

Ia juga menambahkan bahwa setiap wilayah di Gresik telah memiliki Prosedur Tetap (Protap) atau SOP evakuasi yang disesuaikan dengan kondisi dan tipologi daerah masing-masing.

“Contohnya, di wilayah perkotaan titik evakuasinya berada di gedung-gedung tinggi, sedangkan di daerah lain disesuaikan dengan jalur evakuasi yang ada. Hal ini penting untuk memastikan kesiapan kita apabila terjadi bencana,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik, Lutfi Dhawam, memberikan masukan agar BPBD Gresik tidak hanya fokus pada penyusunan KRB, tetapi juga segera membuat perencanaan dan pelatihan terkait tanggap bencana.

“Selain tanggap bencana, BPBD harus menyiapkan kebutuhan dapur umum di daerah bencana agar masyarakat yang terdampak bisa tinggal di tempat yang nyaman,” pungkas Lutfi.

Kegiatan FGD ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antar instansi, menjadi langkah nyata menuju Kabupaten Gresik yang aman, tangguh, dan berdaya tahan terhadap bencana, sejalan dengan semangat "Bersama Mengenali Risiko, Bersama Membangun Ketangguhan". (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#FGD #BPBD #gresik #Bencana #dprd #forkopimda