Kebomas – Sebanyak 36 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Gresik resmi menyandang gelar profesi Insinyur setelah menuntaskan Program Studi Profesi Insinyur di Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik, Pemkab Gresik, dan UKWM Surabaya.
Ketua PII Cabang Gresik, Awang Djohan Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin. Menurutnya, program keprofesian ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kompetensi aparatur sekaligus mendorong profesionalitas tenaga teknik di lingkungan pemerintah daerah.
“Menempuh jalur profesional melalui pendidikan profesi Insinyur adalah kebutuhan untuk menghindari malpraktik, terutama di bidang konstruksi. Program ini menjadi bentuk komitmen PII Gresik dalam menyiapkan SDM teknik yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Awang, Rabu (22/10) kemarin.
Ia menambahkan, kerja sama ini juga menjadi momentum bagi para lulusan teknik di Gresik untuk terus mengembangkan diri.
“Gresik memiliki lebih dari seribu industri skala menengah dan besar. Kami berharap ke depan, semakin banyak tenaga teknik dari pemerintah maupun industri yang menempuh pendidikan profesi Insinyur agar keahlian mereka terstandar dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Ketua Pengurus Wilayah PII Jawa Timur, Gentur Prihatono, turut memberikan apresiasi atas inisiatif PII Gresik yang aktif berkontribusi dalam peningkatan kapasitas keinsinyuran di daerah. Ia menilai, program kolaboratif seperti ini perlu direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat peran Insinyur dalam pembangunan nasional.
“Insinyur memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Mereka harus cepat merespons persoalan keteknikan yang muncul di daerahnya dan memberi solusi sesuai keahliannya,” tegas Gentur.
Dari 113 wisudawan Program Profesi Insinyur UKWM Surabaya tahun ini, 36 di antaranya berasal dari Pemkab Gresik. Sebagian besar peserta menempuh jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sementara lainnya mengikuti jalur reguler.
Salah satu lulusan, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, menyebutkan bahwa program ini menjadi yang pertama di lingkungan Pemkab Gresik. Ia memastikan dukungan berkelanjutan agar semakin banyak ASN maupun pelaku industri konstruksi yang bergabung di periode berikutnya.
“Kita targetkan pada 2026 lebih banyak lagi ASN yang mengikuti program ini. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kadin, Apindo, dan Hipmi agar semakin banyak pelaku industri di Gresik yang berpartisipasi,” ungkap Washil.
Baca Juga: Suseno Dorong Insinyur Miliki Sertifikasi
Sementara itu, Rektor UKWM Surabaya, Sumi Wijaya, menegaskan bahwa profesi Insinyur memegang peran penting dalam membangun peradaban.
“Insinyur harus inovatif, berintegritas, dan mengutamakan keselamatan serta keberlanjutan. Kita membutuhkan Insinyur yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki wawasan global,” ujarnya.
Editor : Cak Fir