RADAR GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik menargetkan proses pendataan warga miskin di Kabupaten Gresik dapat segera rampung.
Target ini disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Akselerasi Pendataan Penduduk Miskin di Kabupaten Gresik dan Penginputan ke Aplikasi Gresik Sosial Berdaya (SOYA)".
FGD tersebut digelar di Aula lantai 2 Kantor Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, dengan menghadirkan tiga narasumber utama: Kepala Dinas Sosial Gresik, dr. Ummi Khoiroh, serta dua anggota DPRD Gresik dari Komisi IV, yaitu Imam Syaifuddin dan Jamiyatul Mukaromah.
Anggota Komisi IV DPRD Gresik, Imam Syaifuddin, menegaskan pentingnya percepatan pendataan ini agar data dapat segera diintegrasikan ke dalam aplikasi Gresik Sosial Berdaya (SOYA).
“Kami menyampaikan betapa pentingnya Gresik SOYA, pendataan kelengkapannya yang target kami, kita semua akhir Oktober ini harus selesai,” tegas Imam Syaifuddin.
Imam menyatakan optimisme terhadap pencapaian target tersebut, terutama melihat kekompakan di wilayah Duduksampeyan. “Kami optimis karena di Duduksampeyan kelihatan kompak sekali, ada beberapa serikat dan paguyuban. Saya yakin ini bisa cepat selesai penelitiannya,” ujarnya.
Selain kecepatan, Imam juga menekankan perlunya akurasi data. Untuk itu, forum ini melibatkan seluruh perangkat Kesra di seluruh desa di Kecamatan Duduksampeyan.
“Supaya mengisi data dengan sebenar-benarnya fakta di lapangan untuk validasi data supaya akurat,” tambahnya.
Sebagai informasi tambahan, Gresik Sosial Berdaya (SOYA) adalah aplikasi digital yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Sosial.
Sistem ini berfungsi menyediakan pendataan terpadu dan real-time warga miskin. Tujuannya adalah menjadi acuan penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran, mempermudah koordinasi antar wilayah, serta menjembatani warga miskin yang belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) nasional. (jar/han)
Editor : Hany Akasah