RADAR GRESIK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik kembali turun ke lapangan untuk melaksanakan reses persidangan III tahun 2025.
Kegiatan ini merupakan momentum wajib bagi para legislator untuk menyerap aspirasi dan usulan dari masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Gresik, Noto Utomo, menyampaikan bahwa reses kali ini difokuskan pada tiga sektor utama: perekonomian, sosial, dan infrastruktur.
Tujuannya adalah mendorong pembangunan berkelanjutan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Gresik.
“Fokus reses kali ini diarahkan pada sektor perekonomian, sosial, dan infrastruktur guna mendorong pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Gresik,” jelas Noto Utomo.
Dalam penyerapan aspirasi yang dilakukan, khususnya oleh Noto Utomo dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Bungah, ditemukan beberapa isu krusial yang menonjol.
Aspirasi tersebut mencakup perbaikan layanan Kartu Indonesia Sehat (KIS), penanganan serius terhadap pengangguran usia produktif, dan evaluasi terhadap bantuan beras yang dinilai warga belum tepat sasaran.
“Warga juga meminta pengaturan jam operasional kendaraan berat demi keselamatan pelajar serta pengembangan program bantuan UMKM dan pembangunan Jalan Usaha Tani untuk mendukung produktivitas petani,” tambah Noto.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Gresik menegaskan komitmennya untuk menjadikan seluruh aspirasi masyarakat sebagai bahan penting dalam penyusunan program pembangunan daerah.
Noto Utomo menekankan bahwa geliat pembangunan harus berjalan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi harus benar-benar memberikan manfaat nyata.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pembangunan di Kabupaten Gresik dapat berjalan merata, berkeadilan, dan berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan seluruh warga,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah