RADAR GRESIK – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025. Total penerima bantuan di Kabupaten Gresik sebanyak 2.515 orang, dengan 264 penerima di Kecamatan Cerme.
Kepala Dinsos Gresik, dr. Ummi Khoiroh, M.Kes, menjelaskan penerima BLT DBHCHT dibagi menjadi tiga kelompok besar, yakni 1.031 buruh dan petani tembakau. Sejumlah 47 pekerja pabrik rokok dan 1.437 masyarakat miskin, mayoritas lansia dan penyandang disabilitas
“Setiap penerima mendapat BLT enam kali dalam setahun. Besaran bantuan Rp300 ribu per bulan. Untuk tahap ke-3 dan ke-4, yang cair pada September–Oktober ini, masing-masing menerima Rp600 ribu,” jelas dr. Ummi, Selasa (16/9).
Ia menambahkan, pencairan tahap ke-5 dan ke-6 untuk bulan November–Desember akan dilakukan pada November mendatang. “Khusus di Cerme ada 264 penerima, dengan 184 di antaranya merupakan buruh petani tembakau. Semoga bantuan ini membantu kebutuhan pokok sekaligus memotivasi peningkatan produktivitas perkebunan tembakau,” imbuhnya.
Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Gresik, Nur Farida, SKM.MM, menegaskan bahwa pihaknya terus memperbarui data agar penyaluran BLT tepat sasaran.
“Kami pastikan penerima benar-benar yang berhak. Bantuan ini harus digunakan untuk kebutuhan pokok, bukan untuk hal yang menyimpang seperti judi online,” tegasnya.
Sejumlah penerima bantuan mengaku terbantu dengan adanya BLT ini. Kusmini (67), warga Desa Cerme Kidul yang sehari-hari menjadi pengrajin keset, mengungkapkan akan menggunakan bantuan untuk biaya berobat. “Bantuan ini akan saya gunakan untuk berobat kaki yang sudah tiga tahun kena asam urat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Subeki (75), petani tembakau asal Desa Pulorejo, Kecamatan Cerme. “Alhamdulillah dapat bantuan ini, bisa membantu kebutuhan sehari-hari,” tuturnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah