Cerme – Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Gresik kini semakin terarah dan berbasis ilmiah. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Kesehatan dr. Mukhibatul Husna berbagai program inovatif diluncurkan untuk menjawab tantangan kesehatan publik, salah satunya pencegahan anemia pada remaja putri.
Data Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat, 32 persen remaja putri di Indonesia mengalami anemia. Kondisi ini bukan sekadar masalah individu, melainkan berdampak serius terhadap kualitas kesehatan reproduksi, keberlangsungan kehamilan, hingga risiko stunting pada generasi berikutnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menempatkan intervensi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai strategi utama menekan angka kematian ibu dan bayi.
Berangkat dari urgensi tersebut, Dinas Kesehatan Gresik berkolaborasi bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik dalam program pendampingan TTD di sekolah-sekolah. Program ini dirancang dengan pendekatan komprehensif. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari penandatanganan komitmen minum TTD seminggu sekali, edukasi kesehatan reproduksi oleh tenaga medis profesional, skrining anemia, hingga pembinaan ruang UKS dan kantin sehat.
Langkah ini bukan hanya simbolis. Dinkes Gresik menekankan pentingnya mengubah perilaku melalui edukasi yang benar. Mitos seputar TTD seperti berbau amis, menimbulkan mual atau menyebabkan kegemukan diluruskan dengan pendekatan ilmiah.
Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Mukhibatul Husnah mengatakan melalui kegiatan praktik minum TTD bersama, Dinas Kesehatan membuktikan bahwa intervensi ini aman, efektif, dan bermanfaat langsung bagi konsentrasi belajar serta kesiapan reproduksi remaja.
“Kami menempatkan kesehatan remaja sebagai investasi jangka panjang. Pemberian TTD bukanlah program instan, melainkan strategi kesehatan berbasis pencegahan yang harus dikawal secara konsisten,” kata dr. Mukhibatul Husna.
Ia juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi. Dinas Kesehatan Gresik akan meninjau kepatuhan minum TTD, kebiasaan sarapan bergizi, hingga kesiapan teknis sekolah dalam distribusi tablet.
"Dengan pendekatan berbasis data, setiap kendala lapangan dapat segera dicari solusinya," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini, turut memperkuat komitmen tersebut. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak hulu, yakni dengan memastikan remaja putri cukup gizi.
“Kualitas generasi mendatang ditentukan dari kecukupan gizi calon ibu. TTD adalah bagian dari investasi kesehatan bangsa,” ujarnya.
Editor : Cak Fir