Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Melalui Data GUS, KBPPPA Gresik Ungkap Strategi Komprehensif Turunkan Stunting pada Kelompok Beresiko

Fajar Yuliyanto • Senin, 9 Juni 2025 | 21:17 WIB
EDUKASI : Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan edukasi untuk percepatan Penurunan angka stunting.
EDUKASI : Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan edukasi untuk percepatan Penurunan angka stunting.

RADAR GRESIK - Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik terus berupaya mempercepat penurunan angka stunting. Mereka menggencarkan berbagai program intervensi yang menyasar keluarga berisiko stunting di wilayahnya.

Melalui pendataan dan pemetaan yang cermat oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), Dinas KBPPPA berhasil mengidentifikasi ribuan keluarga yang masuk dalam kategori risiko tinggi.

Kepala Dinas KBPPPA Gresik, dr. Titik Ernawati, menjelaskan data terbaru dari aplikasi Gresik Urus Stunting (GUS), saat ini terdapat 3.522 balita stunting, sementara 6.569 balita telah sembuh, dan 3.278 balita dinyatakan lulus dari program.

Baca Juga: Libatkan Lintas Sektor, KBPPPA Gresik Optimis Dispensasi Perkawinan Anak Menurun di 2025

 

Lebih lanjut, dr. Titik merinci kategori keluarga berisiko stunting yang saat ini didampingi yakni 

 

Lebih lanjut, dr. Titik menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari aksi konvergensi stunting tingkat kabupaten. Aksi ini melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa, dan berbagai pihak terkait lainnya.

Baca Juga: Didampingi Dinas KBPPPA Gresik, Warga Binaan Perempuan Rutan Gresik Asah Keterampilan Membuat Crochet Handbag

"Kami terus menggerakkan kader dan petugas di lapangan untuk melakukan pendampingan dan edukasi, khususnya pada calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga dengan balita. Perubahan pola makan menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan stunting ini,". Pungkas dr. Titik.

Adapun cara pencegahan untuk stunting diantaranya adalah para calon pengantin memeriksakan kesehatan sebelum menikah dengan mengikuti kelas calon pengantin (CATIN) atau Bimbingan Perkawinan (BINWIN) yg dilaksanakan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kesehatan (DINKES) dan balai penyuluh KB Dinas KBPPPA, dan juga mengikuti Gerakan Ayah Teladan Indonesia, dan calon ibu harus minum tablet tambah darah agar tidak anemia.

Pasca salin dengan memantau kesehatan mulai dari makan nutrisi gizi seimbang, segera mengikuti KB pasca salin, dan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan ASI, Pemberian Makanan tambahan (PMT) hingga usia 2 tahun.

Begitu pula bagi Pasangan usia subur yaitu membuat perencanaan yang baik dalam ketahanan keluarga, bayi di bawah usia dua hahun (Baduta) dan Bawah Lima Tahun (Balita) diberi gizi seimbang dan parenting yang baik (pola asuh yang baik).

Sedangkan untuk Ibu hamil adalah memeriksakan kehamilannya kepada tenaga kesehatan, merencanakan kelahiran di tenaga kesehatan, makan gizi seimbang, jaga kesehatan mental, dan minum suplemen yang baik untuk kesehatan janin.

“Melalui berbagai intervensi ini, Pemerintah Kabupaten Gresik optimis dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dan menciptakan generasi yang sehat serta berkualitas,”. pungkas dr. Titik. (jar/han)

 

Editor : Hany Akasah
#Tablet Tambah Darah #gresik #parenting #Stunting #pengantin #KBPPPA #Titik Ernawati