RADAR GRESIK - Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, menunjukkan komitmen kuat terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui Randuboto Peduli Difabel (RPD).
Inisiatif yang didukung penuh oleh TP PKK Desa Randuboto ini tidak hanya fokus pada penanganan stunting, tetapi juga memberikan perhatian dan pelayanan bagi anak-anak difabel.
Sejak berdiri pada tahun 2022, RPD aktif berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik. Salah satunya adalah kerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang secara rutin menghadirkan dokter untuk melakukan pemeriksaan medis komprehensif kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) di desa tersebut.
Ketua TP PKK Desa Randuboto, Inayatul Fardah, menjelaskan bahwa jangkauan kegiatan RPD tidak terbatas pada warga Desa Randuboto saja. Pelayanan juga diberikan kepada warga dari desa tetangga seperti Desa Ngawen, Desa Kauman, Desa Pengulu, Desa Sidomulyo (Kecamatan Sidayu), hingga Desa Glatik (Kecamatan Ujungpangkah).
Upaya ini menjadikan Randuboto semakin dikenal sebagai desa ramah disabilitas. “Kami memberikan pendampingan gratis untuk warga Desa Randuboto. Sementara warga dari luar desa dikenakan biaya Rp20 ribu per sesi sejak dua bulan terakhir, namun untuk anak yatim tetap gratis,” ungkap Inayatul Fardah.
Inayatul Fardah menerangkan layanan RPD diadakan tiga kali seminggu di Balai Desa Randuboto. Para penyandang disabilitas mendapatkan pemeriksaan rutin, terapi, serta pembelajaran interaktif langsung dari tutor yang kompeten.
“RPD aktif memberikan layanan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu,” jelasnya.
Inayatul juga menyampaikan RPD memiliki tiga layanan utama yang sangat dibutuhkan oleh penyandang disabilitas, yaitu fisioterapi, edukasi, dan terapi wicara.
Hingga saat ini, layanan ini telah menjangkau 47 penyandang disabilitas di Randuboto, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
“Selain itu, kami juga telah melakukan skrining awal dan penyuluhan bagi guru serta kader posyandu
agar mereka lebih peka terhadap potensi gangguan tumbuh kembang pada anak,” tambahnya.
Baca Juga: Tradisi Unik Soman-Somanan Bawean Gresik, Masak Beras dalam Bambu Usai Panen Raya
Perwakilan dari Unair, Prof. Imam, menjelaskan fokus utama pada deteksi dini tumbuh kembang anak di tingkat desa.
“Kami mengajak para orang tua, guru, dan kader posyandu untuk memahami betapa pentingnya deteksi dini gangguan tumbuh kembang. Jika masalah dapat dikenali sejak awal, anak-anak dapat segera mendapatkan penanganan dan pelatihan yang tepat agar tumbuh dan berkembang secara optimal,” tutur Prof Imam.(yud/han)
Editor : Hany Akasah