Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pohon Sakral Ditebang Liar, Warga Petisbenem Gresik Lapor Polisi

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯
Kondisi pohon sakral yang tumbang dan roboh di area telaga Dusun Petis, Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, setelah diduga ditebang tanpa izin.(Ist/Radar Gresik)
Kondisi pohon sakral yang tumbang dan roboh di area telaga Dusun Petis, Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, setelah diduga ditebang tanpa izin.(Ist/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK - Masyarakat Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, resmi melayangkan laporan pengaduan ke pihak kepolisian. Langkah hukum ini diambil menyusul adanya aksi pengrusakan dan penebangan liar pohon di area telaga Dusun Petis, Desa Petisbenem.

Peristiwa ini memicu kemarahan warga setempat. Pasalnya, pohon yang ditebang tersebut selama ini dianggap sakral, berusia sangat tua, dan memiliki keterkaitan erat dengan sejarah leluhur desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penebangan liar ini terungkap sekitar dua pekan lalu. Warga setempat memergoki aktivitas penebangan pohon tua tersebut secara sepihak dan langsung mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku.

Salah satu warga setempat, Ahsin, mengungkapkan bahwa pelaku tidak hanya merobohkan satu pohon utama yang disakralkan, melainkan juga membabat belasan pohon lain di sekitar lokasi telaga.

“Sekitar dua minggu lalu, tiba-tiba warga memergoki aktivitas penebangan pohon asem yang selama ini dianggap warga sakral. Pohon itu sekarang sudah roboh. Bahkan, sebelas pohon trembesi di sekitarnya juga ikut ditebang,” ujar Ahsin, Kamis (4/6/2026).

Advertisement

Bagi masyarakat Dusun Petis, pohon asem tersebut bukan sekadar tanaman biasa. Berdasarkan cerita turun-temurun dari para sesepuh desa, area pohon asem itu dulunya merupakan tempat Mbah Buyut Pupon (leluhur desa) menyimpan benda-benda pusaka.

Hingga saat ini, area tersebut masih aktif digunakan warga untuk menggelar berbagai ritual tradisi dan ruang sosial-budaya. 

Dimana warga aktif menggelar ritual kirim doa atau pamit setiap tahun sebelum melaksanakan rangkaian acara Haul Buyut Pupon, selain itu masyarakat desa yang hendak menggelar acara walimatul ursy (pernikahan) juga selalu menyempatkan diri berkirim doa di lokasi tersebut.

Area pohon tersebut juga menjadi pusat pelaksanaan tradisi sedekah bumi atau pemberian sesaji sebagai bentuk rasa syukur warga.

Polemik ini sebenarnya sempat dimediasi oleh para pemangku kebijakan, mulai dari Pemerintah Desa (Pemdes) Petisbenem, Polsek Duduksampeyan, hingga Koramil Duduksampeyan dengan menghadirkan oknum penebang. Namun, karena warga telanjur geram atas hilangnya identitas sejarah desa, mereka sepakat membawa kasus ini ke jalur hukum.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Dukung Swasembada Gula, Profesor Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Gresik Sukses Lahirkan Dua Varietas Tebu Unggul Nasional

Dukung Swasembada Gula, Profesor Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Gresik Sukses Lahirkan Dua Varietas Tebu Unggul Nasional

Dua Varietas tebu JW01 UMG NX & SB 11 UMG NX hasil riset Prof. Setyo Budi dari UMG resmi lolos Sidang Pelepasan Varietas 2026 usai diuji ketat 21 pakar nasional, inovasi ini siap dukung swasembada gula.

PT Smelting Gresik Buka Lowongan Kerja Foreman/Superintendent Warehouse, Ini Syarat Lengkapnya!

PT Smelting Gresik Buka Lowongan Kerja Foreman/Superintendent Warehouse, Ini Syarat Lengkapnya!

RADAR GRESIK – Kabar gembira bagi para pencari kerja di wilayah Gresik dan sekitarnya. Perusahaan peleburan dan pemurnian tembaga pertama di Indonesia, PT Smelting (Gresik Smelter & Refinery), kembali membuka kesempatan

Jadi Rujukan Kepercayaan Warga, DPRD Gresik Apresiasi Pelayanan Prima Puskesmas Balongpanggang

Jadi Rujukan Kepercayaan Warga, DPRD Gresik Apresiasi Pelayanan Prima Puskesmas Balongpanggang

Pelayanan UPT Puskesmas Balongpanggang Gresik yang humanis dan prima kini menjadi rujukan terpercaya bagi warga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer