Gandeng PADMA Indonesia, Universitas Muhammadiyah Gresik Perkuat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat

RADAR GRESIK - Langkah progresif diambil oleh Pusat Studi dan Inovasi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang kini resmi menggandeng Pusat Aksi dan Studi Pemberdayaan (PADMA) Indonesia dalam sebuah kolaborasi strategis jangka panjang.
Komitmen bersama ini ditandai lewat agenda penandatanganan Implementation Agreement yang diselenggarakan secara khidmat dan diwarnai suasana penuh kebersamaan di Hall Meeting UMG pada Kamis (4/6).
Sinergi baru ini sengaja dirancang dan diproyeksikan sebagai sebuah langkah awal yang dinamis untuk memperkokoh fondasi kerja sama, baik dalam ranah kajian teori, riset atau penelitian mendalam, hingga manifestasi aksi nyata yang menyentuh langsung pada sektor pemberdayaan masyarakat.
Melalui kacamata kedua lembaga tersebut, kemitraan strategis ini nilainya jauh melampaui agenda perluasan jejaring atau hubungan institusional biasa.
Momentum berharga ini justru disiapkan sebagai sebuah wadah integrasi yang menjembatani seluruh pengalaman akademis serta keilmuan yang dimiliki lingkungan perguruan tinggi dengan realitas praktik pemberdayaan masyarakat di lapangan yang selama ini menjadi keahlian utama dari PADMA Indonesia.
Rektor UMG, Prof. Khoirul Anwar, menegaskan bahwa perguruan tinggi mengemban tanggung jawab besar untuk tidak hanya mandek dalam menghasilkan kajian ilmiah di atas kertas. Kampus harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan hasil penelitian dengan realitas kebutuhan masyarakat luas.
“Kami berharap kesepakatan kerja sama ini berdampak secara nyata. Baik bagi kampus maupun bagi masyarakat,” ujar Prof. Khoirul Anwar.
Gayung bersambut, komitmen tersebut dinilai sebagai angin segar bagi penguatan kapasitas masyarakat. Ketua PADMA Indonesia, Sidiq Notonegoro, memandang sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan organisasi pemberdayaan akan menjadi katalisator yang kuat, terutama dalam menggenjot mutu berbagai program pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Apapun akan kita capai utamanya yang berkaitan dengan studi dan pengembangan sumber daya manusia,” kata Sidiq Notonegoro optimistis.
Sebagai bentuk konkret dari kesepakatan ini, kedua belah pihak langsung tancap gas menyusun rencana aksi.



