RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pertanian dan Peternak (Dispertan) Gresik akan memberikan benih dan pupuk kepada para petani. Benih dan pupuk itu akan diberikan pada bulan Mei mendatang bagi para petani gagal panen yang terkena bencana alam seperti banjir.
Kepala Dispertan Gresik Eko Anindito Putra menjelaskan bahwa para petani yang gagal panen akibat bencana alam seperti banjir nantinya akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Gresik.
Untuk saat Petani yang sudah terdata gagal panen akibat terdampak banjir yakni di Balongpanggang, Benjeng, Wringinanom, Cerme, Menganti, Bungah, Kedamean, dan Dukun.
Dijelaskan Eko Anindito Putra, Pemkab Gresik akan menyalurkan bantuan berupa benih dan pupuk pada bulan Mei 2025.
“Jadi bantuan benih dan pupuk akan disalurkan pada bulan Mei 2025. Sedangkan yang terdampak banjir pada Bulan April 2025 akan didata terlebih dahulu karena yang mendapatkan benih dan pupuk pada Bulan mei 2025 adalah petani yang terdampak pada bulan Januari hingga akhir Maret 2025,” Papar Eko.
Selain itu, Kabupaten Gresik memiliki Lahan Sawah Dilindungi (LSD) seluas 38.598 hektar.
"Luas LSD ini tercatat 38.598 hektar dan dipastikan tidak ada pembangunan di atasnya hingga November 2025," Ujar Eko.
Menurut Eko, perlindungan lahan sawah oleh pemerintah sangat krusial karena merupakan media utama untuk bercocok tanam. Hal ini sejalan dengan program ketahanan pangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Mengingat Kabupaten Gresik merupakan daerah industri sekaligus penyangga kebutuhan Surabaya, optimalisasi lahan yang ada perlu dilakukan melalui peningkatan indeks tanaman.
Nah indek tanaman itu yang biasanya tanam sekali bisa dua kali dan yang tanam dua kali bisa tanam tiga kali dengan perbaikan irigasinya kalau disitu ada sumber airnya yang bisa dimanfaatkan dari air sungai.
“Harapannya dengan memanfaatkan sumber air yang ada, mudah-mudahan yang tanam sekali bisa tanam dua kali. Dan biasanya yang tanam dua kali bisa tanam hingga tiga kali,”pungkas Eko. (jar/han)
Editor : Hany Akasah