Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Momen 21 April, Anggota DPD RI Lia Istifhama, Wajah Kartini Modern, Bekerja dengan Hati, Bergerak dengan Nurani

Hany Akasah • Senin, 21 April 2025 | 11:17 WIB
Lia Istifhama bersama keluarga saat umrah pekan lalu
Lia Istifhama bersama keluarga saat umrah pekan lalu

RADAR GRESIK - Di tengah peringatan Hari Kartini yang sarat makna bagi perempuan Indonesia, satu nama yang turut mencuri perhatian adalah Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Dr Lia Istifhama, M.E.I. Perempuan yang selama ini dikenal dengan dedikasi dan kepeduliannya terhadap isu sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan di Jawa Timur.

Dikenal sebagai sosok yang cerdas, hangat, dan selalu hadir dalam berbagai kegiatan, Lia Istifhama menjadi gambaran nyata perempuan multitasking yang mampu menyeimbangkan peran publik dan pribadi, tanpa kehilangan sentuhan empati.

Nig Lia sapaan Lia Istifhama bukanlah sosok asing di kancah pergerakan perempuan. Lahir dari lingkungan pesantren dan tumbuh dalam nilai-nilai religius, Lia menjelma sebagai perempuan yang tidak hanya memahami akar budaya dan agama, tetapi juga mampu menjembatani nilai-nilai itu dengan kebutuhan zaman.

Dalam banyak kesempatan, ia tampil sebagai narasumber, fasilitator, bahkan inisiator program-program pemberdayaan perempuan dan generasi muda. Namun yang paling menonjol adalah pendekatannya yang penuh kasih dan keikhlasan.


“Perempuan itu diciptakan dengan hati yang lembut, tapi itu bukan kelemahan. Justru dari kelembutan itulah lahir kekuatan luar biasa untuk memelihara, mendidik, dan menggerakkan kebaikan di masyarakat,” ungkap Ning Lia.

Ibu dua anak itu meyakini setiap perempuan memiliki potensi besar untuk membawa perubahan, asalkan diberi ruang, kepercayaan, dan dukungan yang tepat.

Yang membuat Ning Lia begitu dikagumi adalah kemampuannya dalam menjalani banyak peran sekaligus. Ia aktif sebagai penggerak organisasi keagamaan, konsultan pendidikan, penulis, pembicara publik, dan tak jarang terlibat dalam forum-forum kebijakan yang menyangkut isu perempuan dan anak.

Meski memiliki segudang aktivitas, Ning Lia menunjukkan perannya sebagai ibu dan anggota keluarga tidak tergeser sedikit pun. Ia kerap membagikan kisah-kisah kebersamaan dengan keluarga di tengah kesibukan, sebagai bukti bahwa perempuan bisa hadir di banyak ruang tanpa kehilangan identitas utamanya.


"Menjadi multitasking bukan tentang membagi waktu, tapi menyatukan niat di semua peran. Karena ketika hati kita terpaut pada niat yang baik, setiap aktivitas menjadi ibadah dan sumber keberkahan," ucapnya dengan tenang.

Saking cintanya pada keluarga, Ning Lia bahkan bisa pulang pergi Jakarta – Surabaya jika ada kepentingan keluarga dan anak-anaknya. “Saya itu tidak bisa hidup tanpa keluarga, hidup itu tenang kalau lihat anak-anak, suami dan orang tua. Tapi, saya sangat fokus dengan pekerjaan dan tanggung jawab sebagai senator. Memang butuh fokus sehingga semua kegiatan bisa terlaksana dengan adil dan tanggung jawab,” kata Ning Lia.

Tidak hanya hadir dalam aktivitas formal, Lia juga dikenal dekat dengan masyarakat akar rumput. Ia sering turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan pada ibu-ibu korban kekerasan dalam rumah tangga, anak-anak putus sekolah, hingga komunitas marginal yang kurang tersentuh bantuan.

Baca Juga: Gangster Beraksi di Driyorejo Gresik, Pemuda Dibacok, HP Dirampas, Rumah Warga Diserang

Ning Lia optimistismis perempuan bisa tangguh berkarya, yang fokus memberikan pelatihan keterampilan dan motivasi kepada para janda dan ibu rumah tangga kurang mampu agar bisa mandiri secara ekonomi.

Di momen Hari Kartini tahun ini, Ning Lia mengajak seluruh perempuan agar terus inspiratif dan berinovasi. Menurut Ning Lia, Peringatan Hari Kartini menjadi momentum pengingat menjadi Kartini tidak selalu harus tampil di panggung atau dalam sorotan publik.

Menurutnya, perempuan bisa menjadi Kartini dari rumah, dari dapur, dari sekolah, atau dari tengah masyarakat — yang penting adalah semangat mencintai, membangun, dan berbagi.

“Kartini sejati adalah perempuan yang tidak pernah berhenti belajar, tidak mudah menyerah, dan tetap tersenyum dalam menghadapi tantangan. Karena dari sanalah lahir kekuatan sejati,” harap Ning Lia. (han)

Editor : Hany Akasah
#anggota dpd ri #kartini #Lia Istifhama #Ning Lia #PEREMPUAN #dedikasi