RADAR GRESIK - Persoalan banjir yang menggenangi Jalan KH Syafi'i tepatnya di depan Perumahan PPS terus mendapat atensi serius dari kalangan DPRD Gresik. Mereka menggelar rapat besar bersama sejumlah pihak terkait.
Mulai Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), pengembang perumahan, kecamatan, desa hingga pengelola jalan tol.
Hasilnya, Komisi III DPRD Gresik menemukan sejumlah fakta terkait penyebab banjir yang terjadi.
"Sesuai hasil hearing tadi, ternyata diketahui kalau lebar Jalan KH Syafi'i dan salurannya yang sebenarnya adalah 16 meter. Nah apakah faktanya di lapangan sekarang lebarnya masih 16 meter," ujar Anggota Komisi III DPRD Gresik Khoirul Huda.
Pria yang merupakan warga asli Desa Suci ini menyebutkan dulu saat ia masih kecil, di Jalan KH Syafi'i depan Perum PPS hingga Tebalo Duduksampeyan memang terdapat saluran yang cukup besar.
"Kalau seingat saya dulu lebarnya sampai dua meter lebih. Tapi kenyataanya di lapangan sekarang salurannya tidak sampai segitu," kata dia.
Untuk itu, pihaknya meminta agar dinas terkait bersama desa melakukan pengukuran ulang. Dengan mencari titik tengah jalan di mana.
"Kemudian ditarik ke kiri 8 meter dan ke kanan 8 meter. Jadi lebarnya bisa kembali 16 meter. Kalau ternyata ada bangunan di atasnya maka langsung dibongkar saja," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresil Abdullah Hamdi mengatakan sesuai hasil rapat bersama sejumlah pihak terkait ada sejumlah rekomendasi yang diberikan.
"Mulai normalisasi saluran air baik yang ada di Jalan KH Syafi'i maupun yang ada di tol, melihat amdal lalin seluruh perusahaan yang ada di lokasi hingga pembangunan rumah pompa air di Tebalo," ungkapnya.
Terkait sejumlah rekomendasi yang diberikan pihaknya meminta seluruh pihak untuk melaksanakan. Nanti, Komisi III DPRD Gresik akan melakukan rapat evaluasi pelaksanaan rekomendasi.
"Pasti. Kami akan mengawal agar rekomendasi benar-benar dilaksanakan," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas CKPKP Gresik Ida Lailatusa’diyah mengatakan bahwa untuk saat ini akan dilakukan normalisasi mulai dari depan perumahan PPS hingga titik simpang Bunder. Nantinya pekerjaan akan dibantu Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
Sementara untuk penyesuaian lebar saluran, Ida menyebut, akan menjadi tahap pekerjaan selanjutnya. “Untuk penyesuaian saluran nanti, sekarang normalisasi dulu,” pungkasnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq