RADAR GRESIK - Kemacetan panjang yang terjadi di ruas Morowudi-Benjeng akibat perbaikan jalan memantik reaksi keras dari anggota DPRD Gresik Abdullah Hamdi. Pria yang menjabat Wakil Ketua Komisi III ini langsung mendatangi lokasi dan meminta perbaikan dihentikan, Minggu (15/12) sore.
"Kalau melakukan perbaikan jalan jangan asal nutup saja. Lihat kondisi lalu lintasnya juga," ujar Anggota DPRD Gresik Abdullah Hamdi kepada para pekerja.
Menurut dia, seharusnya proses perbaikan jalan bisa dilakukan sistem buka tutup. Sehingga, kendaraan bisa tetap melintas.
"Ini tidak, langsung main tutup jalan saja. Akhirnya kendaraan macet total," tandasnya.
Ia menjelaskan, kalau memang mau menutup jalan harusnya dilakukan pada malam hari. Selain itu, pada pertigaan menuju arah perbaikan diberikan imbauan agar kendaraan tidak melintas.
"Kasihan para pengendara. Mereka sudah terlanjur melintas. Ternyata jalan ditutup," tegasnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik untuk meminta klarifikasi. "Kami minta ada aturan yang jelas soal perbaikan jalan. Agar tidak mengganggu pengendara yang melintas," ungkapnya.
Misalnya, hanya dilakukan pada malam hari saja. Atau seperto apa. "Nanti akan kami bahas bersama DPU Gresik," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DPU Gresik Dhiannita Tri Astuti belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi, telefon selulernya sedang tidak aktif.
Pantauan di lapangan, akibat proyek perbaikan jalan tersebut kemacetan mengular dari kedua sisi. Pasalnya, pelaksana menutup seluruh ruas jalan untuk penggalian tanah. Setelah didatangi anggota DPRD Gresik, jalan kembali dibuka dan pengendara bisa melintas. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq