Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Berkat Berbagai Program Dispertan Gresik, Budidaya Tanaman Tembakau Semakin Diminati Masyarakat

Fahtia Ainur Rofiq • Selasa, 26 November 2024 | 00:55 WIB
MEMANTAU: Kepala Dispertan Gresik Eko Anandito Putro saat melihat langsung tembakau yang ditanam Kelompok Tani Sungai Raya, Desa Lebak, Bawean.
MEMANTAU: Kepala Dispertan Gresik Eko Anandito Putro saat melihat langsung tembakau yang ditanam Kelompok Tani Sungai Raya, Desa Lebak, Bawean.

RADAR GRESIK - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik berhasil mengembangkan budidaya tanaman tembakau. Berkat berbagai program yang dihadirkan sesuai komitmen Bupati Gresik, kini tanaman tembakau semakin diminati petani.

Berdasarkan data Dispertan Gresik, perkembangan budidaya tanaman tembakau cukup pesat. Dari awalnya tahun 2019 hanya 4 hektar di Kecamatan Balongpanggang.

Tahun ini budidaya tanaman tembakau sudah mencapai 255,9 hektar dan tersebar di 14 kecamatan.

"Alhamdulillah, budidaya tembakau semakin diminta masyarakat Kabupaten Gresik," ujar Kepala Dispertan Gresik Eko Anandito Putro.

Ia menjelaskan, dalam rangka meningkatkan produktivitas dan pemasaran hasil olahan tembakau Dispertan Gresik menghadirkan berbagai program untuk petani.

"Tahun ini, kami ada program demplot budidaya tembakau sebanyak 12 hektar tersebar di 12 lokasi yang ada di Pulau Bawean," terangnya.

PENYULUHAN: Jajaran Dispertan Gresik saat menggelar sekolah lapang untuk meningkatkan kapasitas petani tembakau.
PENYULUHAN: Jajaran Dispertan Gresik saat menggelar sekolah lapang untuk meningkatkan kapasitas petani tembakau.

Kegiatan demplot merupakan kegiatan percontohan budidaya tanaman tembakau dengan pemenuhan saprodi.

"Seperti benih, pupuk, plastik UV, pestisida, fungisida, insektisida, serta biaya operasional lain terkait budidaya tembakau," kata dia.

Selain itu, Dispertan Gresik juga memberikan pendampingan berupa sekolah lapang dengan materi pembibitan, perawatan pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen. 

Dikatakan, tahun ini pihaknya juga memiliki program pengembangan budidaya tembakau 100 hektar. "Serta kegiatan mandiri petani," pungkasnya.

Berkat berbagai program yang terus diberikan Dispertan, produktivitas tembakau terus mengalami peningkatan.

"Untuk satu hektar lahan, bisa menghasilkan 12 sampai 15 ton tembakau basah," tandasnya.

Ia menambahkan, selain memberikan pendampingan selama proses tanam hingga panen, Dispertan Gresik juga akan membentuk Koperasi Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

"Koperasi ini nantinya akan menjadi wadah untuk membantu pemasaran tembakau para petani Gresik," terangnya.

Tidak hanya itu, Koperasi APTI juga memiliki berbagai program untuk pengembangan pertanian tembakau di Gresik.

"Mulai penyuluhan hingga memberikan pinjaman untuk petani tembakau," pungkasnya. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#BUPATI GRESIK #gresik #apti #dispertan #demplot #BAWEAN #DINAS pertanian #petani tembakau