RADAR GRESIK - DPC PDIP Gresik akhirnya mengeluarkan sikap tegas menyikapi dua kadernya yang memilih mendukung kotak kosong. Sesuai hasil rapat, jajaran pengurus sepakat mengusulkan kepada DPD PDIP Jatim untuk memecat dua kader yang saat ini menjabat Pengurus PAC tersebut.
Dua kader yang diusulkan dipecat tersebut yakni, Sekretaris PAC Kecamatan Kebomas Mega Bagus Saputra dan Pengurus PAC Kecamatan Gresik Agus Chumaidi.
Sekretaris DPC PDIP Gresik Noto Utomo mengatakan sesuai hasil rapat Sabtu lalu diputuskan untuk mengusulkan pemecatan kedua kader tersebut kepada pengurus DPD Jatim.
"Senin hari ini kami kirimkan surat usulan pemecatannya kepada DPD Jatim," terangnya.
Menurut dia, DPC PDIP Gresik mengusulkan pemecatan ke DPD karena yang memiliki wewenang. Sebab, SK Sekretaris PAC yang mengeluarkan DPD.
"Karena SK Sekretaris PAC yang mengeluarkan DPD maka yang berhak memecat juga DPD," ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelum keputusan diambil pihaknya sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada dua sekretaris PAC tersebut.
"Kami rencananya mau klarifikasi dulu terkait tindakan mereka mendukung kotak kosong. Padahal DPP telah memberikan dukungan kepada Paslon Yani-Alif," tandasnya.
Namun, kedua kader tersebut tidak pernah memenuhi undangan DPC untuk hadir memberikan klarifikasi.
"Atas sikapnya, sudah kami layangkan surat panggilan satu dan dua, agar datang ke DPC untuk memberikan klarifikasi, namun tak pernah hadir," ungkap Noto.
Ia menegaskan, DPC PDIP Gresik akan mengambil langkah tegas terhadap kader yang tidak menaati keputusan partai.
"Siapapun kader yang tidak patuh keputusan DPP dalam pilkada akan mengalami nasib serupa," tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan kedua kader PDIP Gresik Mega Bagus Saputra dan Agus Chumaidi belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui WA, keduanya belum memberikan jawaban. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq