Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Wujudkan Sentra Songkok, Pemkab Gresik Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan melalui Nawa Karsa Gema Karya

Hany Akasah • Sabtu, 15 Juni 2024 | 02:07 WIB
NAWA KARSA GEMA KARYA: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengunjungi sentra songkok Kemuteran.
NAWA KARSA GEMA KARYA: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengunjungi sentra songkok Kemuteran.

RADAR GRESIK-Kemiskinan di Gresik persentasenya makin berkurang. Di tahun 2023 jumlahnya 10,96 persen. Angka ini menjadi yang paling rendah dibandingkan lebih dari 10 tahun terakhir.
Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengurangi kemiskinan, selain menciptakan iklim industri yang baik melakukan pengembangan sektor UMKM. Sentra Songkok Kemuteran yang salah satu produknya akan dilakukan pelepasan ekspor perdana bulan ini.

Hal itu menambah daftar sentra UMKM yang telah dibina Pemkab Gresik melalui program Nawa Karsa Gema Karya.

“Meningkatkan potensi yang ada di Kabupaten Gresik.Salah satunya yakni kampung para pengrajin songkok di Kemuteran,” kata terang Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik saat mengunjungi sentra songkok Kemuteran, Rabu (12/5).

Bupati Gresik menambahkan, selama ini pihaknya sudah melakukan pendampingan  melalui RPJMD melalui Nawa Karsa Gema Karya.

Menurutnya, Pemkab Gresik telah melakukan banyak pembinaan di sektor ekonomi kerakyatan. “Dulu pengrajin songkok konvensional yang pemasarannya masih lokal, pasarnya terbatas. Namun, kami memberikan pembinaan pengelolaan sehingga golnya bisa ekspor dan mampu bersaing di luar negeri, seperti Asia, Mesir, Brunai dan lainnya,” kata Bupati Gresik.

Pihaknya meyakinkan para pengrajin bahwa ekspor tersebut mudah, dengan berbagai pendampingan seperti klinik ekspor, business coaching, atase perdagangan kepala daerah ke negara tujuan.

Saat ini, pembinaan pengelolaan koperasi, sebanyak 790 koperasi telah dibinahingga tahun 2023, dengan pertumbuhan omzet hingga Rp 1,8 triliun.

Untuk peningkatan usaha mikro, pertumbuhan usaha sebanyak 1.165 usaha mikro dengan sebanyak 200 Usaha mikro difasilitasi akses permodalan.

 Baca Juga: Implementasi Nawa Karsa Gresik Seger, Jobfair Gresik Kerja Turunkan Tingkat Pengangguran

Selain itu, sebanyak 115 Industri Kecil Menengah yang didata, dibina dan mendapatkan fasilitasi. Ada 54 UMKM Gresik yang difasilitasi dan didampingi hingga bisa melakukanekspor baik produk olahan makanan, hasil pertanian, fashion termasuk songkok, alat musik, dan terakhir yang baru dilepas ekspor adalah sekam bakar.

Berdasarkan catatan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Gresik, produksi songkok terdapat di tiga kecamatan, yakni Gresik, Manyar dan Bungah.

Ada 240 unit usaha dengan serapan tenaga kerja. Yakni 592 laki-laki dan 550 perempuan. Salah satu yang terbesar ada di Kelurahan Kemuteran Gresik yang memiliki 115 pengusaha songkok dengan total pekerja 342 orang.

“Untuk sentra, sampai saat ini sudah 21 sentra dengan SK Bupati dari 178 sentra di Kab. Gresik. Dari sentra makanan ringan, makanan khas Gresik (pudak, jubung), tenun,batik, sangkar burung, kerupuk bawang, usus dan ceker, kerupuk ikan,ikan asap,rotan dan logam (pembuatan mesin-mesin tradisional),” ungkap Darmawan, Kadiskoperindag Gresik.

Capaian Nawa Karsa Gema Karya hingga akhir tahun 2023 melalui program Bela, Beli, Bagi Gresik oleh Diskoperindag telah memfasilitasi pembinaan, pendampingan dan akses pemasaran produk lokal dari sebanyak 3.748 UMKM di Gresik.

Selain itu Diskoperindag Kabupaten Gresik memberikan fasilitas 18 UMKM dan bermitra dengan toko modern. Di tambah akses pemasaran luar negeri dengan jumlah 54 UMKM yang telah melakukan ekspordengan nilai ekspor UMKM pada tahun 2023 sebesar 007.608,62 USD.

Melalui program Peningkatan PAD Desa, jumlah BUMDES atau BUMDESMAyang dibina meningkat 48,37 persen atau dengan nilai Sangat Tinggi, dan jumlah Desayang asetnya dioptimalkan untuk kewirausahaan sebanyak 196 desa.

Melalui program One Pesantren One Product, jumlah Pondok Pesantren yangmenerima pelatihan bisnis sebanyak 40 Ponpes. Untuk Optimalisasi aset Pemda, sebanyak 1.693 unit Barang Milik Daerah telahdimanfaatkan untuk peningkatan PAD dari 7 pasar dan 4 sentra PKL Binaandengan potensi pasar sebesar Rp 2,2 Miliar.

Khususnya melalui UMKM berdaya saing dengan memberikan Fasilitasi Ijin usaha, Merekdan sertifikasi Halal, pengajuan BPOM, SNI, HACCP, Sertifikasi TKDN,penerbitan COO (SKA) untuk ekspor dan sertifikasi lainnya yang diperlukansesuai Negara tujuan.

“Ini semua dalam rangka mewujudkan visi kepemimpinan kami yakni Gresik Baru yang Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Berkemajuan Berlandaskan Akhlakul Karimah,” pungkas Bupati Fandi Akhmad Yani.(*/faizin) 

Editor : Hany Akasah
#fandi akhmad yani #gresik #songkok #UMKM #Eskpor #BUPATI