RADAR GRESIK-- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik masih mengkaji solusi terkait persoalan kemacetan yang rutin terjadi di Simpang Empat Bunder. Pasalnya, persoalan tersebut melibatkan lintas instansi.
"Kami masih melakukan koordinasi dan kajian bagaimana nanti solusi terbaik yang akan diambil," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kelalulintasan Dishub Gresik Utut Adianto Wahyu Hidayat.
Menurut dia, pihaknya tidak bisa serta merta memasang trafic light di Simpang Empat Bunder. Sebab, kondisi jalan tersebut tidak seperti perempatan lainnya. "Bisa jadi nanti dipasang TL malah tambah macet. Karena disana terjadi banyak pertemuan arus lalu lintas," terang Utut Adianto Wahyu Hidayat.
Namun, jika nanti hasil kajian memang layak dipasang TL, pihaknya akan menyiapkan anggarannya pada perubahan APBD mendatang.
Sebelumnya, Komisi III DPRD Gresik terus mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik untuk segera menyelesaikan persoalan kemacetan di simpang empat Bunder. Pasalnya, selain kemacetan aksi terobos juga cukup berbahaya bagi keselamatan pengendara.
Anggota Komisi DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan dari hasil kesepakatan rapat bersama Dishub, polisi, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) dan sejumlah pihak terkait memang perlu ada kajian dulu. Kemudian, juga pemasangan TL di simpang empat Bunder.
Menurut dia, sistem yang saat ini diterapkan dengan memaksa pengendara putar balik di depan SPBU tidak efektif. Karena masih banyak pengendara yang nekat melakukan aksi terobos dari arah Jalan KH Syafii menuju selatan.
"Selain itu, lokasi putar balik di depan SPBU tidak begitu lebar. Sehingga bikin kemacetan semakin panjang," ungkap Abdullah Hamdi.
Ia berharap pada tahun 2024 sudah ada solusi konkrit untuk mengatasi persoalan tersebut. "Kalau nanti di pasang TL, pengendara dari arah KH Syafii menuju selatan tidak perlu putar balik. Namun kami belum tahu nanti kajiannya seperti apa. Apakah yang dari arah Cerme menuju Kota tidak terdampak dengan adanya TL," terangnya. (rof/han)
Editor : Hany Akasah