RADAR GRESIK- Sebagai upaya membangun ketahanan pangan Pemerintah Desa (Pemdes) Dadapkuning, Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik memberikan penyuluhan pertanian dan membagikan bibit padi serta obat pertanian bagi warga.
Acara tersebut diikuti 96 warga dari Kelompok Tani (Poktan) Dusun Dadapkuning dan Poktan dari Dusun Lekerrejo di Balai Desa Dadapkuning, Kecamatan Cerme, Selasa (31/10).
Kepala Desa (Kades) Dadapkuning Saikun mengatakan, penyuluhan pertanian mulai penanaman, pemupukan padi untuk terkait musim tanam di 2023 - 2024.
"Penyuluhan pertanian ini sebagai upaya mewujudkan ketahan pangan program pemerintah," ujarnya, Selasa (31/10).
Selain memberikan penyuluhan pertanian, pihaknya melakukan penyaluran bibit padi kepada warga sejumalah 150 sak dengan berat 10 Kg dengan total 1,5 ton bibit padi dan obat pertanian sebanyak 130 botol.
"Terkait anggaran ketahanan pangan dari sektor pertanian sudah dialokasikan 20 persen dari dana desa dan dengan adanya anggaran dana desa untuk pertanian selama 2 tahun sangat membantu warga kami yang mayoritas bekerja sebagai petani," jelasnya.
Kades Saikun menuturkan bagi penerima bibit padi dan obat peranian juga diberikan edukasi dari penyuluh pertanian dari UPT dinas pertanian Kecamatan Cerme.
“Kami memberikan edukasi cara menanam dan merawat. Jadi bukan hanya sekedar menanam saja, namun diberikan pelatihan secara teknis terkait pemahamannya,” jelasnya.
Menurutnya, kebanyakan hasil panen pertanian padi di desa tersebut menghasilkan sekitar 6 -7 ton per hektar.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Dadap Kuning H. Suwarto berterima kasih dengan program penyuluhan dan pemberian obat pertanian kepada warga. "Semoga penyuluhan dan pemberian bibit dan obat pertanian bisa membantu para warga," ucapnya.
Salah satu anggota Poktan Lekerrejo Supratman mengungkapkan, pihaknya mengaku sangat terbantu atas pemberian bibit padi dan obat pertanian dari pihak Desa Dadapkuning.
" Alhamdulillah bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah atas penyuluhan pertanian ini, pemberian bibit dan obat pertanian. Apalagi mau musim tanam, " pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah