RADAR GRESIK - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Gresik Migas telah menyelesaikan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Lumpur, Kabupaten Gresik. Saat ini, tinggal menunggu izin operasi Pertamina. Jika tidak ada halangan, November sudah bisa beroperasi.
Direktur Teknik dan Operasional BUMD Gresik Migas M Prisdianto Mihardjo membenarkan hal tersebut. Saat ini tinggal menunggu izin operasinya. "Sudah kami ajukan ke Pertamina," ujarnya.
Menurut dia, jika prosesnya lancar kemungkinan pada November mendatang sudah bisa beroperasi. "Minggu kedua November kami upayakan sudah bisa beroperasi," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama BUMD Gresik Migas, Habibullah mengatakan SPBN di Lumpur memiliki kapasitas yang cukup besar. Masing-masing jenis bahan bakar memiliki tangki berkapasitas 20 kiloliter. Baik Pertalite, Pertamax, maupun Solar. “Tangki kami besar, karena itu harapan kami suplai ke SPBN Lumpur ini sesuai dengan kapasitas yang kami miliki,” kata dia.
Hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa kiloliter yang akan disuplai ke Lumpur. Penetapan kapasitas suplai untuk SPBN Lumpur itu dilakukan oleh BPH Migas melalui Pertamina MOR V. Sebab kepastian itu akan keluar setelah HSSE diterbitkan. “Terutama untuk jenis Solar, harapan kami suplai untuk solar ini bisa maksimal,” imbuhnya.
Nantinya untuk pembelian solarnya akan difasilitasi Dinas Perikanan dan Kelautan Gresik. Sehingga tidak dijual secara bebas. Hanya nelayan yang terdaftar saja. “Memang SPBN itu dibangun untuk memfasilitasi nelayan di Lumpur. Sehingga nanti mekanismenya dari Dinas Perikanan,” pungkasnya. (rof)
Editor : Hany Akasah