GRESIK-Tidak selamanya musim kemarau dikeluhkan para petani. Di Kecamatan Tambak Pulau Bawean Gresik. Misalnya, musim kemarau justru menjadi berkah lantaran tanaman tembakau yang ditanam membawa hasil panen yang memuaskan.
Panen perdana salah satu tanaman komoditas unggulan Provinsi Jawa Timur tersebut berada di dua desa yang menjadi pilot project penanaman tembakau di Pulau Bawean, yakni Desa Gelam di Kecamatan Tambak dan Desa Pudakit Barat di Kecamatan Sangkapura.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro mengungkapkan, kesuksesan panen tembakau ini tidak terlepas dari intensitas pihaknya bersama tim penyuluh yang terus melakukan pendampingan terkait budidaya tembakau.
"Kita laksanakan 6 kali, mulai dari penanaman hingga pengolahan pascapanen, sehingga diharapkan teman-teman petani paham betul tentang teknik budidaya tembakau," kata Eko.
Dijelaskan, hasil panen perdana ini terbilang melimpah, karena setiap batang tembakau mampu menghasilkan 1 kilogram daun, melampaui produktivitas barang tembakau pada umumnya yang hanya bisa menghasilkan 0,8 kilogram.
"Produksi tembakau yang umumnya perbatang rata-rata 0,8 kg, di Bawean bisa mencapai 1 kg. Pada satu hektare, rata-rata terdapat 16.000 hingga 20.000 batang tanaman," tuturnya.
Eko mengungkapkan, penanaman tembakau di Gresik sendiri sudah dimulai ditanam sejak 2005. Awalnya, lokasi yang dipilih untuk penanaman berada di Kecamatan Balongpanggang dan Kecamatan Benjeng dengan lahan awal seluas 2-5 hektare.
Kala itu, petani tembakau masih menanam tembakau varietas lokal dan kualitasnya masih rendah karena ditanam secara tradisional dan bersifat turun-temurun.
"Namun, berkat adanya kegiatan demplot/penumbuhan dan pengembangan tembakau di Kabupaten Gresik, saat ini luas lahan telah mencapai ± 170,5 hektare. Embrio inilah yang kemudian dibawa dan diterapkan di Pulau Bawean," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah sangat bahagia kala mendengar suksesnya uji coba penanaman tembakau di Pulau Bawean.
Wabup mengenang saat mengadakan sosialisasi penanaman tembakau pertama kali di Bawean pada Mei 2023 silam.
“Tidak terasa, saat ini sudah sudah bisa kita lihat betapa suburnya dan bisa kita panen bersama. Dari informasi yang saya terima, tembakau dari Bawean ini memiliki kualitas yang sangat bagus,” ujarnya.
Bu Min (sapaan akrabnya) mengatakan, hasil ini menjadi peluang besar untuk menjadikan tembakau sebagai komoditas unggulan baru Bawean, dan tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Sementara Salah satu petani yang bergabung dalam kelompok tani demplot tembakau Desa Pudakit Barat, Abdus Salam tidak menyangka tanaman tembakau bisa tumbuh dengan baik bahkan kualitasnya tinggi di Pulau Bawean yang menjadi tanah kelahirannya.
“Senang sekali, ini merupakan panen perdana, dan hasilnya sungguh di luar dugaan, sangat bagus dan melimpah,” ungkapnya. (fir)
Editor : Hany Akasah