GRESIK-- Memasuki akhir tahun anggaran 2023, kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik terus memantau pelaksanaan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.
Pasalnya, hingga September realisasi belanja yang berkaitan dengan infrastruktur masih sangat minim.
Mulai pembangunan jalan, irigasi hingga gedung.
Baca Juga: Waduk Bunder Surut saat Kemarau, Warga Gresik Manfaatkan untuk Mancing dan Wisata Alam
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik Moh Syafi' AM mengatakan dari data yang dipaparkan pemerintah belanja modal yang berkaitan dengan infrastruktur baru terserap Rp 133 miliar dari total anggaran mencapai Rp 727 miliar.
"Artinya hingga September belanja modal baru terlaksana 18 persen," ujarnya.
Baca Juga: Wujudkan Kedaulatan Pangan, Ganjar Pranowo Inisiasi Pabrik Teh Gede Pangrango
Dikatakan, serapan paling rendah terjadi pada belanja pembangunan gedung dan bangunan. Dari total anggaran belanja Rp 209 miliar baru terealisasi Rp 27 miliar atau 13 persennya saja.
"Sedangkan untuk belanja infrastruktur jalan, irigasi dan jaringan dari total anggaran Rp 345 miliar baru terealisasi Rp 54 miliar. Artinya baru 15 persen pembangunan yang telah terlaksana," ungkap dia.
Baca Juga: Trans Jatim Gresik-Mojokerjo Beroperasi Pertengahan Oktober, Lanjut Rencana Rute Mojokerto - Batu via Cangar
Ia berharap, belanja sektor infrastruktur bisa terserap 100 persen hingga akhir tahun nanti. Sehingga pada bulan-bulan ini seharusnya sudah bisa diangka 50 hingga 70 persen serapannya.
"Kami akan terus memantau, agar seluruh program yang telah disepakati tuntas," pungkasnya. (rof)