GRESIK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik terus berusaha memastikan kualitas udara lebih baik. Mereka berencana menambah satu Air Quality Monitorng System (AQMS) lagi. Saat ini, sudah ada dua AQMS yang dipasang.
Yakni, di Terminal Bunder mewakili zona transportasi dan di simpang lima KIG mewakili zona industri. Berdasarkan rekaman dua alat tersebut, indeks kualitas udara (IKU) Gresik tahun 2022 lalu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2021.
Kepala DLH Gresik Sri Subaidah mengatakan, untuk alat AQMS yang ketiga pihaknya belum menentukan titik pemasangannya. “Ini masih kami perhitungkan akan dipasang dimana, kemungkinan di Alun-alun atau tempat keramaian yang lain,” ujarnya.
Baca Juga: Kualitas Udara di Gresik tak Sehat Pada Jam Tertentu
Dikatakan, dengan alat AQMS kondisi udara bisa dipantau secara realtime. Saat ini masyarakat bisa melihatnya di videotron depan Kantor DPUTR maupun di pojok Alun-alun Gresik. “Laporan secara harian, kualitas udara di Gresik berdasarkan alat tersbut yakni layak hirup,” kata dia.
Subaidah menyebut, alat AQMS itu memiliki tujuh parameter yang menjadi pemantauan. Yakni SO2, O3, NO2, HC, CO, PM10 dan PM2,5. Alat tersebut bisa mendeteksi kualitas udara secara realtime setiap saat.
Ia menambahkan, tidak hanya di videotron, Subaidah menyebut, masyarakat juga bisa memantau kualitas udara Gresik menggunakan smartphone. Yakni menggunakan link https://bit.ly/ispugresik. (rof)
Editor : Hany Akasah