GRESIK - Bangunan Alun-Alun mulai mengalami kerusakan. Salah satunya, bangunan yang ada di tengah Alun-Alun. Plafonnya mulai berjatuhan. Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik segera melakukan pengecekan untuk dilakukan perbaikan.
Dari pantauan di lapangan, terdapat empat sisi yang membagi atap lantai dua. Nah plafon yang ambrol ini terletak di atap bangunan sisi timur. Ambrolnya atap Alun-alun ini bukan kali pertama. Tahun 2019 lalu, atau sebulan setelah diresmikan plafon di lantai 1 yang ambrol lantaran terkena air hujan.
Selain plafon, sejumlah lampu hias yang berada di Alun-alun itu juga banyak yang mati. Kemudian, terlihat tembok di Alun-alun sudah dicoret-coret menggunakan cat semprot.
Baca Juga: PKL Alun-Alun Boleh Berjualan, Seperti Ini Syaratnya
"Iya, saya sudah mendapatkan laporan terkait hal tersebut. Dan akan diperbaiki Cipta Karya," ujar Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Menurut dia, ini menjadi catatan untuk pemerintah. Selama ini pemerintah hanya bisa membangun. Tapi untuk perawatannya sangat kurang. "Padahal yang namanya gedung pasti butuh perawatan yang anggarannya cukup besar. Ini harus diperhatikan," ungkap dia.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DCKPKP) Pemkab Gresik Ida Lailatus Sadiyah mengatakan pihaknya segera melakukan pengecekan di lapangan terkait seberapa parah kerusakannya. Selain itu, penyebab ambrolnya atap plafon Alun-alun juga akan ditelusuri.
“Nanti untuk menentukan langkah penanganannya,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.
Baca Juga: Tanaman Alun-alun Bakal Diberi Pagar
Menurut dia, setelah identifikasi selesai, nantinya perbaikan akan dilakukan sesuai tingkat kerusakannya. Sebab DCKPKP hanya menanangi kerusakan berat. “Nanti yang bantu DCKPKP sambil menunggu skala prioritasnya,” kata dia. (rof)
Editor : Hany Akasah